Grab Pasang Badan: Pengemudi Demo Dapat Bantuan Hukum!

Hikma Lia

Grab Indonesia Luncurkan Fitur “Gercep” untuk Lindungi Mitra Pengemudi Saat Demonstrasi

Advertisements

Jakarta, Indonesia – Grab Indonesia mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan fitur Grab Respons Cepat (Gercep) sebagai bentuk dukungan dan perlindungan bagi mitra pengemudi yang terdampak demonstrasi. Fitur ini, yang mulai aktif sejak Selasa, 2 September 2025, akan memberikan akses cepat ke layanan psikolog dan bantuan hukum bagi mitra yang membutuhkan.

Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan mitra pengemudi di tengah gelombang unjuk rasa, termasuk demonstrasi terkait pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta dan Makassar. Menurut Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, fitur Gercep adalah wujud nyata komitmen perusahaan untuk mendukung mitra dalam menyuarakan aspirasi mereka dengan aman. “Kami menyadari betul risiko yang dihadapi mitra pengemudi saat situasi demonstrasi berlangsung,” ujarnya.

Advertisements

Fitur Gercep menyediakan saluran khusus dan help center yang dirancang untuk merespon situasi genting di lokasi demonstrasi secara cepat dan efektif. Selain itu, Grab Indonesia akan mengirimkan notifikasi real-time kepada mitra pengemudi mengenai area-area yang berpotensi rawan. Neneng Goenadi menegaskan bahwa fitur ini dapat diakses mulai 2 September 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Grab Indonesia juga akan memberikan pendampingan hukum bagi mitra pengemudi yang membutuhkan. Perusahaan berjanji akan berkoordinasi erat dengan pihak berwenang untuk memastikan hak-hak mitra terlindungi dan proses hukum berjalan adil. Dukungan hukum ini menjadi krusial mengingat potensi risiko yang dihadapi mitra di lapangan.

Dalam konferensi pers daring yang diadakan pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, Neneng Goenadi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua mitra pengemudi akibat demonstrasi di Jakarta dan Makassar. Affan Kurniawan meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan yang melibatkan kendaraan taktis Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Sementara Rusmadiansyah tewas saat terjadi kericuhan di depan Kampus UMI Makassar pada Jumat, 29 Agustus 2025. Selain korban jiwa, tiga mitra pengemudi lainnya, Moh Umar Amarudin (RS Pelni Jakarta), Aji (RSUD Tarakan Jakarta), dan Budi Haryadi (RS Prima Jaya Makassar), saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang diderita saat unjuk rasa.

Neneng menegaskan kembali komitmen Grab Indonesia untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan mitra pengemudi. Menurutnya, kedua aspek ini merupakan fondasi utama dari nilai kekeluargaan dan kebersamaan yang dijunjung tinggi di Grab Indonesia. “Kami bukan hanya sekadar perusahaan, tetapi sebuah keluarga yang senantiasa berjalan bersama mitra pengemudi, dalam suka maupun duka,” pungkasnya.

Pilihan Editor: Peluang Kripto Stablecoin Rupiah Menjadi Alat Transaksi Baru

Ringkasan

Grab Indonesia meluncurkan fitur “Grab Respons Cepat (Gercep)” sejak 2 September 2025 untuk melindungi mitra pengemudi dari dampak demonstrasi. Fitur ini menyediakan akses cepat ke layanan psikolog dan bantuan hukum, serta notifikasi real-time mengenai area rawan demonstrasi. Inisiatif ini merupakan respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan mitra pengemudi di tengah gelombang unjuk rasa.

Selain itu, Grab Indonesia akan memberikan pendampingan hukum bagi mitra yang membutuhkan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi. Langkah ini diambil menyusul meninggalnya dua mitra pengemudi dan luka-lukanya tiga mitra lainnya akibat demonstrasi di Jakarta dan Makassar, sebagai wujud komitmen Grab terhadap keselamatan dan kesejahteraan mitra.

Advertisements

Also Read

Tags