Sarana Menara (TOWR) Dapat Fasilitas Pinjaman Rp 3,5 Triliun dari Bank Permata

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), salah satu pemain kunci di sektor infrastruktur telekomunikasi, berhasil memperoleh fasilitas pinjaman signifikan dari Bank Permata. Fasilitas pembiayaan ini disalurkan kepada delapan anak usahanya, mencerminkan strategi konsolidasi dan pengembangan bisnis perseroan. Anak-anak usaha yang menerima pinjaman tersebut meliputi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek, PT BIT Teknologi Nusantara, PT Solusi Tunas Pratama Tbk, PT Iforte Payment Infrasctructure, PT Varnion Technology Semesta, PT Iforte Energi Nusantara, dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.

Advertisements

Monalisa Irawan, Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara, dalam keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (17/11), menjelaskan bahwa total fasilitas pinjaman berulang dan pinjaman berjangka yang diberikan Bank Permata mencapai nilai fantastis, yaitu Rp 3,5 triliun. “Protelindo telah menandatangani perjanjian penanggungan dan penggantian kerugian perusahaan. Ini bertujuan untuk memberikan jaminan korporasi demi menjamin pemenuhan kewajiban para peminjam berdasarkan perubahan perjanjian fasilitas,” terang Monalisa.

Laba Sarana Menara Nusantara Tumbuh 4,50%, Simak Rekomendasi Saham TOWR

Fasilitas pinjaman yang awalnya diberikan oleh Bank Permata ini kemudian mengalami modifikasi. “Para pihak telah menyepakati penggabungan fasilitas yang telah ada sebelumnya dan penambahan pinjaman baru yang melibatkan Iforte Energi Nusantara (IEN) dan Varnion Technology Semesta (VTS),” tambah Monalisa dalam rilis pers perusahaan, menunjukkan fleksibilitas dalam struktur pembiayaan ini.

Advertisements

Secara lebih rinci, fasilitas pinjaman yang telah ada mencakup pinjaman berulang yang telah ditandatangani pada 23 Desember 2024 untuk Iforte, BIT, SUPR, Protelindo, dan IPI. Selain itu, fasilitas pinjaman berjangka yang telah digunakan oleh ISI dan BIT telah berlaku sejak 1 Desember 2022. Terakhir, terdapat fasilitas pinjaman berulang yang disepakati pada 10 Oktober 2024 untuk Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

Adapun fasilitas pinjaman baru yang berhasil diperoleh oleh TOWR dan anak usahanya mencakup pinjaman berjangka senilai Rp 1,5 triliun yang dialokasikan untuk Iforte dan BIT. Selain itu, terdapat fasilitas pinjaman berulang atau revolving loan sebesar Rp 2 triliun yang dapat digunakan oleh anak usaha lainnya dengan sub-limit tertentu. Rinciannya, Protelindo mendapatkan sub-limit maksimal Rp 295 miliar, Iforte dengan sub-limit Rp 1 triliun, BIT dengan sub-limit Rp 1 triliun, SUPR dengan sub-limit Rp 1 triliun, IEN Rp 150 miliar, IPI sebesar Rp 100 miliar, VTS dengan sub-limit Rp 50 miliar, dan IBST dengan limit Rp 600 miliar. Meskipun demikian, total penggunaan fasilitas pinjaman berulang ini tidak akan melebihi Rp 2 triliun.

Monalisa menegaskan bahwa “pelaksanaan transaksi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material dan merugikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan dan anak-anak usahanya.” Pernyataan ini memberikan keyakinan bahwa langkah strategis pembiayaan ini akan mendukung pertumbuhan bisnis TOWR tanpa menimbulkan risiko signifikan.

Advertisements

Also Read

Tags