
KONTAN.CO.ID. Pada perdagangan Selasa (25/11/2025), sentimen positif menyelimuti pasar saham Asia-Pasifik, yang dibuka dengan penguatan signifikan. Gelombang optimisme ini terpantik oleh kebangkitan kembali saham teknologi Wall Street, khususnya setelah reli impresif Alphabet, serta semakin menguatnya harapan akan potensi pemangkasan suku bunga The Fed.
Kenaikan saham teknologi tak lepas dari lonjakan optimisme terhadap posisi Alphabet dalam lanskap persaingan kecerdasan buatan (AI). Sentimen positif ini kian memuncak sejak pekan lalu, menyusul peluncuran model AI inovatif terbarunya, Gemini 3, yang menempatkan raksasa teknologi tersebut di garda terdepan inovasi AI.
Harga Saham Ini melonjak Jelang Terdaftar di MSCI, Investor Receh Baiknya Beli/Jual?
Pada penutupan perdagangan Senin (24/11/2025), saham Alphabet (GOOGL) melesat impresif hingga 6,31%. Lonjakan ini tidak hanya memicu, tetapi juga memperpanjang reli pada saham-saham terkait AI seperti Broadcom dan Micron Technology. Penguatan ini sejatinya telah berlanjut sejak Jumat lalu, ketika pasar merespons positif pernyataan dari Presiden The Fed New York yang mengisyaratkan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember.
Katalis positif dari Wall Street dan prospek suku bunga The Fed sontak menular ke bursa Asia. Mengutip data CNBC, pasar Jepang menunjukkan kinerja solid. Indeks Nikkei 225 melonjak 1,14%, sementara indeks Topix turut menguat 0,7% pada pembukaan perdagangan.
Di Jepang sendiri, saham-saham yang berorientasi pada kecerdasan buatan menjadi lokomotif utama penguatan. Contohnya, pemasok peralatan uji semikonduktor Advantest melesat 4,8%, produsen alat chip terkemuka Lasertec naik 2,75%, dan Tokyo Electron menambahkan 2,39% pada nilainya.
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Selasa (25/11): Buy MDKA, AMRT, KETR dan Sell SRTG
Kondisi serupa terpantau di Korea Selatan, di mana indeks Kospi melesat tajam 2,39%, diikuti oleh kenaikan Kosdaq sebesar 1,7%. Penguatan ini didorong kuat oleh performa dua raksasa teknologi negara tersebut; saham SK Hynix melonjak hingga 5%, sementara Samsung Electronics turut menguat 4%.
Sementara di Australia, indeks S&P/ASX 200 menunjukkan pergerakan yang lebih moderat; sempat memangkas kenaikannya namun berhasil bertahan sedikit di atas level pembukaan. Prospek positif juga terlihat di Hong Kong, dengan Futures Hang Seng yang mengindikasikan pembukaan lebih tinggi di level 25.874, melampaui level penutupan sebelumnya di 25.716,5.
Simak Rekomendasi Teknikal Saham EXCL, TOBA, UNTR untuk Selasa (25/11)
Kembali ke Amerika Serikat, sentimen positif yang memicu penguatan pasar Asia tak lain berasal dari kinerja impresif Wall Street pada penutupan perdagangan Senin. Indeks S&P 500 berhasil melonjak 1,55% dan menutup perdagangan di level 6.705,12.
Lebih mencengangkan lagi, Nasdaq Composite melesat 2,69% hingga mencapai 22.872,01 poin, menandai hari terbaiknya sejak 12 Mei. Tak ketinggalan, Dow Jones Industrial Average turut menguat 0,44% atau setara 202,86 poin, menempatkannya pada posisi 46.448,27.




