Strategy himpun dana US$1.44 miliar untuk redam FUD di tengah tekanan harga Bitcoin

Hikma Lia

BANYU POS – Di tengah gejolak pasar kripto dan siklus penurunan Bitcoin, Strategy berhasil menarik perhatian investor dengan langkah strategisnya. CEO perusahaan, Phong Le, mengumumkan bahwa Strategy sukses mengumpulkan dana cadangan fantastis sebesar US$1,44 miliar hanya dalam waktu delapan hari. Ini merupakan respons cepat untuk meredakan kekhawatiran investor terkait kesehatan keuangan perusahaan dan kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban di pasar yang volatil.

Advertisements

Dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch CNBC, Le menjelaskan bahwa penguatan kas ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik dan menghilangkan keraguan atas komitmen perusahaan terhadap pembayaran dividen. “Kami adalah bagian integral dari ekosistem kripto dan Bitcoin. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk segera menambah modal dan menempatkan dolar AS di neraca guna menumpas FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) yang tengah beredar,” tegasnya, seperti dilansir dari laman Cointelegraph pada Sabtu (6/12/2025).

Ini Strategi Sawit Sumbermas (SSMS) Kejar Pertumbuhan Produksi Double Digit pada 2026

Cadangan Dividen hingga 24 Bulan

Advertisements

Pengumuman pembentukan cadangan kas sebesar US$1,44 miliar ini, yang bersumber dari penjualan saham, secara resmi dilakukan Strategy pada Senin lalu. Dana segar ini dirancang khusus untuk mengamankan pembayaran kewajiban dividen selama minimal 12 bulan ke depan, dengan target ambisius untuk diperluas hingga mencakup periode 24 bulan.

Langkah proaktif ini diambil menyusul kekhawatiran yang berkembang di pasar mengenai potensi perusahaan untuk terus membayar dividen dan melunasi utang, terutama jika harga saham mengalami penurunan signifikan. Dengan tegas, Le membantah rumor-rumor tersebut, menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Rupiah Menguat 0,16% Dalam Sepekan, Cek Proyeksi dan Sentimennya untuk Pekan Depan

“Kami sebenarnya tidak menghadapi masalah dalam membayar dividen dan tidak memiliki kebutuhan untuk menjual Bitcoin,” ujar Le. “Namun, FUD yang menyebar luas justru mendorong sebagian pihak untuk mengambil posisi short terhadap Bitcoin.”

Untuk menepis keraguan dan menenangkan pasar, Strategy bergerak cepat dan responsif. “Dalam kurun waktu delapan setengah hari yang singkat, kami berhasil menghimpun US$1,44 miliar, jumlah yang setara dengan 21 bulan kewajiban dividen kami,” jelas Le. “Tujuan utama kami bukan hanya untuk mematahkan FUD, tetapi juga untuk menunjukkan kapabilitas kami dalam menggalang dana, bahkan di tengah fase penurunan harga Bitcoin sekalipun.”

IHSG Menguat 1,07% Dalam Sepekan, Begini Prospeknya ke Depan

Menjual Bitcoin Jadi Opsi Terakhir

Lebih lanjut, pekan lalu Le sempat menyampaikan bahwa penjualan Bitcoin hanya akan menjadi opsi terakhir bagi perusahaan. Hal ini hanya akan dipertimbangkan jika harga saham jatuh di bawah nilai aset bersih (net asset value) dan perusahaan tidak lagi memiliki akses terhadap sumber pendanaan baru.

Sebagai bentuk transparansi dan upaya meyakinkan investor, Strategy juga meluncurkan dasbor “BTC Credit”. Dasbor ini mengklaim bahwa perusahaan memiliki aset yang memadai untuk memenuhi kewajiban dividen selama lebih dari 70 tahun, sebuah indikator kuat akan stabilitas keuangannya. Sementara itu, berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 07.56 WIB, harga Bitcoin terpantau berada di US$89.425, menunjukkan penurunan sebesar 3,11% dalam 24 jam terakhir.

Advertisements

Also Read

Tags