IHSG terkoreksi 0,12% ke 8.649, cek saham net buy terbesar asing di awal pekan ini

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan di zona merah pada Senin (15/12/2025), meskipun sepanjang hari didominasi pergerakan positif. Penutupan ini menandai sedikit koreksi di tengah dinamika pasar.

Advertisements

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses melalui RTI, IHSG mencatat koreksi tipis sebesar 0,12%, atau setara dengan penurunan 10,83 poin, sehingga ditutup pada level 8.649,66. Sepanjang hari, indeks komposit ini bergerak dalam rentang 8.622 hingga 8.720, menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis.

Aktivitas perdagangan saham pada hari tersebut cukup ramai, dengan total volume mencapai 58,48 miliar saham dan nilai transaksi yang signifikan sebesar Rp 33,49 triliun. Secara keseluruhan, pergerakan saham terbagi; di mana 340 saham berhasil menguat, 329 saham mengalami pelemahan, sementara 132 saham lainnya terpantau stagnan.

Menariknya, di tengah koreksi yang dialami IHSG, kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia tetap solid. Tercatat, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) yang substansial sebesar Rp 247,49 miliar di seluruh pasar pada hari Senin.

Advertisements

Tren positif ini bukan hanya sesaat; akumulasi net buy investor asing selama sepekan terakhir bahkan mencapai angka fantastis Rp 1,42 triliun di seluruh pasar, menunjukkan minat berkelanjutan dari pemodal global terhadap saham-saham pilihan di Indonesia.

Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diborong investor asing (net buy) pada perdagangan Senin (15/12/2025):

  1. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 448,81 miliar
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 211,79 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 190,91 miliar
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 138,32 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 131,98 miliar
  6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 127,75 miliar
  7. PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Rp 61,53 miliar
  8. PT Adaro Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 58,93 miliar
  9. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 48,33 miliar
  10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 46,84 miliar

Advertisements

Also Read

Tags