
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) tengah bersiap menyongsong tahun 2026 dengan strategi bisnis yang matang. Rencana ambisius ini telah menarik perhatian dan dicermati secara saksama oleh para investor serta pelaku pasar.
Antusiasme pasar tercermin dari performa impresif saham MPXL. Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, harga saham MPXL melonjak 11,36%, mencapai level Rp 294 per saham. Lebih mengesankan lagi, secara tahunan (year-on-year/YoY), saham MPXL telah meroket hingga 155,65%, sebuah indikasi kuat kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan.
Untuk menopang performa positif dan memperkuat kinerja pada tahun 2026, Direktur Utama MPX Logistics International, Wijaya Candera, mengungkapkan bahwa perseroan telah merancang enam pilar strategi bisnis.
Pertama, MPXL berfokus pada optimalisasi pembukaan serta perluasan rute jasa angkutan baru. Kedua, perseroan akan meningkatkan utilisasi unit usaha angkutan laut berbasis kapal tongkang, terutama melalui intensifikasi perdagangan batu bara.
January Effect Membuka Peluang IHSG Bergerak Positif
Lebih lanjut, dalam keterangan resminya pada Minggu, 4 Desember 2025, Wijaya Candera menjelaskan bahwa ketiga, MPXL akan menjalin kemitraan strategis dengan distributor suku cadang dan ban, sekaligus menggelar ekspansi distribusi material di luar komoditas semen curah. Keempat, perusahaan berencana menjalin kerja sama strategis dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Jawa–Bali. Kelima, manajemen MPXL akan menambah portofolio angkutan komoditas baru, seperti crude palm oil (CPO).
Merespons langkah-langkah strategis ini, Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur International Federation of Technical Analyst, Indrawijaya Rangkuti, memberikan pandangannya. Menurut Rangkuti, upaya penguatan fundamental dan penataan bisnis yang dilakukan MPXL sangat berpotensi memicu wacana aksi korporasi yang menarik.
Ia menambahkan bahwa dengan kepemilikan aset operasional yang aktif, jaringan distribusi yang telah mapan, serta fleksibilitas skala usaha yang tinggi, MPXL menjelma menjadi opsi strategis bagi investor dan pihak eksternal yang ingin memperluas kapabilitas rantai pasok mereka di sektor logistik.
Dari sisi analisis teknikal, Indra Rangkuti juga melihat sinyal positif pada saham MPXL. Secara mingguan, harga saham telah berhasil menembus area resistensi krusial di kisaran Rp 266–Rp 272. Penembusan ini diperkuat oleh peningkatan signifikan volume transaksi, yang mengindikasikan adanya akumulasi saham oleh investor.
Ia memprediksi, jika tren positif ini dapat terus berlanjut dan didukung oleh sentimen pasar yang kondusif, saham MPXL berpeluang besar untuk menguji level berikutnya, yakni di kisaran Rp 310 hingga Rp 320.




