Bangun gedung sentra pelayanan PAM Jaya, persiapan melantai di bursa saham

Hikma Lia

BANYU POS – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan dirancang sebagai pusat koordinasi dan pelayanan terpadu yang modern. Gedung setinggi 11 lantai ini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan digital, memungkinkan mereka untuk mendapatkan pelayanan tatap muka secara langsung dan efisien.

Advertisements

Pembangunan gedung representatif ini bukan sekadar peningkatan fasilitas fisik, melainkan bagian dari persiapan strategis PAM Jaya untuk melantai di bursa saham melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) pada tahun 2027. Gubernur Pramono memiliki visi agar PAM Jaya tampil dengan citra yang kokoh dan profesional sebelum melepas sahamnya ke publik. “Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga 2027. Ketika kita melakukan IPO, PAM Jaya harus sudah memiliki gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang bekerja keras dengan ukuran kinerja yang jelas. Itulah yang benar-benar saya inginkan,” ungkap Pramono, menekankan pentingnya fondasi yang kuat.

Dalam rencana IPO, PAM Jaya menargetkan pelepasan saham sebesar 30 persen. Porsi ini dipilih secara cermat untuk memastikan perusahaan menjadi lebih akuntabel dan efisien, tanpa sedikit pun menghilangkan kendali penuh pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta. Pramono menjelaskan, “Kenapa saya dorong IPO dan porsinya tidak boleh lebih dari 30 persen? Supaya kendali kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan kita. Filosofinya jelas, PAM Jaya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” Ia juga menyoroti karakteristik air di Jakarta yang unik, yang diolah dari sungai, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Selain penguatan infrastruktur dan transparansi melalui IPO, Gubernur Pramono juga mendorong profesionalisme tinggi dalam pengelolaan air minum. Dengan mekanisme yang tepat, ia optimistis PAM Jaya dapat menjadi kiblat bagi perusahaan swasta dalam pengelolaan air publik. “Jika secara profesional saudara-saudara mampu melakukan perbaikan dalam mekanisme pengelolaan air di Jakarta untuk kebutuhan publik, saya yakin suatu saat perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Jakarta justru akan belajar dari PAM Jaya,” terang Pramono, menunjukkan ambisinya untuk menjadikan PAM Jaya sebagai standar keunggulan.

Advertisements

Fasilitas Gedung dan Target 100 Persen Cakupan Air Bersih

Gedung Sentra Pelayanan ini berdiri megah di atas lahan luas dengan total bangunan mencapai 18.853 meter persegi. Proyek yang telah diusulkan sejak tahun 2022 ini juga dilengkapi dengan satu lantai basement, menambah kapasitas dan fungsionalitasnya. Pembangunan ini menjadi tonggak penting bagi layanan air bersih Jakarta.

Saat ini, cakupan layanan air bersih di Jakarta telah mencapai 80 persen, sebuah capaian signifikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki target ambisius untuk menyentuh angka 100 persen pada tahun 2029. Pencapaian ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang mandiri dan tangguh dalam menyediakan infrastruktur dasar yang esensial bagi seluruh warganya.

Advertisements

Also Read

Tags