
BANYU POS – JAKARTA. Kinerja saham emiten perbankan besar, atau yang dikenal sebagai big banks, menunjukkan pergerakan yang bervariasi sepanjang tujuh jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/1) hingga penutupan pukul 16.00 WIB. Tiga saham bank pelat merah berhasil mencatatkan penguatan, sementara saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru ditutup melemah.
Dinamika pergerakan harga saham perbankan ini mencerminkan sentimen pasar yang beragam pada awal pekan. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tampil sebagai yang paling menonjol dengan kenaikan tertinggi di antara big banks lainnya. Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penguatan terendah di kategori bank pelat merah, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan harga pada hari tersebut.
IHSG Terkoreksi 0,58% ke 8.884, Top Losers LQ45: BRPT, EMTK dan EXCL, Senin (12/1)
Secara rinci, saham BBCA mengakhiri sesi perdagangan di level Rp 8.025 per saham, terkoreksi 1,23% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang hari, saham unggulan ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 8.100 sebelum tekanan jual membuatnya melemah hingga penutupan.
Sementara itu, saham BMRI ditutup di harga Rp 4.770 per saham. Dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu, harga saham Bank Mandiri tercatat naik tipis sebesar 0,21%. Saham BMRI juga sempat bergerak menguat hingga menyentuh level tertinggi Rp 4.850 sebelum sedikit melandai jelang akhir perdagangan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut mengukir kinerja positif, ditutup di zona hijau. Hingga akhir perdagangan, saham BBRI berada di harga Rp 3.700 per saham, menunjukkan kenaikan 0,54% dari penutupan hari sebelumnya.
Adapun penguatan paling signifikan di antara big banks pada hari ini dicatatkan oleh saham BBNI. Pada penutupan perdagangan, saham Bank Negara Indonesia ini berada di level Rp 4.220 per saham, melesat 0,96% dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama di sektor perbankan.




