BANYU POS JAKARTA. Mengawali pekan dengan optimisme, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan kinerja impresif pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026). Indeks acuan pasar saham Indonesia ini melonjak signifikan sebesar 97,40 poin atau setara dengan 1,18%, mengakhiri sesi di level 8.329,60.
Sentimen positif mendominasi bursa, tercermin dari mayoritas saham yang bergerak naik. Tercatat, sebanyak 551 saham berhasil menguat, sementara 194 saham lainnya melemah, dan 65 saham stagnan. Penguatan IHSG tersebut tidak lepas dari kinerja solid indeks sektoral, di mana delapan dari sebelas sektor menunjukkan kenaikan yang signifikan, sementara hanya tiga sektor yang harus parkir di zona merah.
Sektor-sektor yang memimpin penguatan IHSG pada hari itu adalah sektor transportasi, yang melesat paling tinggi sebesar 6,14%. Diikuti oleh sektor keuangan yang juga perkasa dengan kenaikan 3,05%, serta sektor barang konsumen non siklikal yang turut berkontribusi positif dengan kenaikan 1,97%.
IHGS Naik 1,18% ke 8.329 Sesi I, Top Gainers LQ45: JPFA, AMRT dan TLKM, Jumat (30/1)
Di sisi lain, beberapa indeks sektoral tak mampu mengikuti jejak kenaikan, di antaranya sektor barang konsumen siklikal yang terkoreksi 1,46%, sektor infrastruktur yang melemah 1,16%, serta sektor perindustrian yang ditutup turun 1,10%.
Aktivitas perdagangan saham di bursa pun menunjukkan geliat yang masif. Total volume perdagangan mencapai 57,21 miliar saham, dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp 40,83 triliun, mengindikasikan tingginya minat investor.
Di antara saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, beberapa emiten tampil sebagai top gainers dengan performa luar biasa:
1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan kenaikan impresif 14,04%.
2. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyusul dengan lonjakan 8,25%.
3. PT United Tractors Tbk (UNTR) turut mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,76%.
Namun, tak semua saham berhasil mengakhiri hari dengan positif. Berikut adalah beberapa top losers dari indeks LQ45:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 5,48%.
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga melemah 2,78%.
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 2,55% pada penutupan perdagangan.




