Petinggi BCA (BBCA) tambah 300.000 saham, apa tujuannya?

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lianawaty Suwono, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), kembali menegaskan komitmennya terhadap prospek perusahaan. Ia tercatat menambah jumlah kepemilikan sahamnya di salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut, menunjukkan keyakinan kuat terhadap potensi investasi jangka panjang.

Advertisements

Melansir keterbukaan informasi yang disampaikan pada Jumat (30/1/2026), Lianawaty Suwono melakukan pembelian 300.000 lembar saham BBCA. Transaksi ini dieksekusi pada harga Rp 7.025 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan untuk akuisisi ini mencapai Rp 2.107.500.000 atau Rp 2,1 miliar. Manajemen BBCA menjelaskan bahwa jenis transaksi ini adalah pembelian langsung dengan tujuan investasi.

Akibat transaksi signifikan ini, porsi kepemilikan saham Lianawaty Suwono di BBCA mengalami peningkatan. Sebelumnya, ia menguasai 2.840.417 lembar saham atau setara 0,0023%. Setelah penambahan ini, total kepemilikan sahamnya melonjak menjadi 3.140.417 lembar saham, yang merepresentasikan 0,0025% dari keseluruhan saham perusahaan.

Prajogo Pangestu Tambah 7,3 Juta Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

Advertisements

Sejalan dengan aktivitas korporasi tersebut, pergerakan saham BBCA juga menarik perhatian. Hingga penutupan perdagangan pada Jumat (30/1/2026), harga saham BBCA berada di level Rp 7.400 per saham, mengalami peningkatan 2,78% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Meskipun demikian, secara tahun berjalan, saham Bank Central Asia ini masih terkoreksi 8,36%.

Pada hari perdagangan yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mencatatkan kinerja positif. IHSG ditutup menguat 97,40 poin atau 1,18% ke level 8.329,60. Sentimen positif mendominasi pasar, terlihat dari 551 saham yang naik, sementara 194 saham turun, dan 65 saham stagnan.

Kenaikan IHSG ini ditopang oleh delapan indeks sektoral yang menguat, menyeimbangkan tiga indeks sektoral lainnya yang berakhir di zona merah. Sektor transportasi menjadi pendorong utama dengan kenaikan fantastis 6,14%, diikuti oleh sektor keuangan yang melonjak 3,05%, dan sektor barang konsumen non siklikal yang meningkat 1,97%, menunjukkan vitalitas di beberapa segmen pasar.

Advertisements

Also Read

Tags