Pandu minta investor tak khawatir IHSG melemah: Maybe it’s a good time to buy

Hikma Lia

CIO Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan respons menenangkan menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Menurutnya, kondisi tersebut sama sekali tidak perlu dikhawatirkan; sebaliknya, ia melihatnya sebagai momen yang ideal untuk mengakumulasi saham-saham dengan fundamental yang kokoh.

Advertisements

Pandu secara konsisten menekankan pentingnya menelaah sisi fundamental dan valuasi suatu saham sebelum berinvestasi. Ia juga gencar mengimbau para investor untuk mematok orientasi investasi mereka pada jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar pergerakan harian pasar.

“Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term,” tegas Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Senin (2/1).

Melanjutkan penjelasannya, Pandu menambahkan, “Jangan karena sehari melihat ‘Oh, hari ini mungkin merah’, tapi untuk saham-saham yang punya valuasi yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, maybe it’s a good time to buy.” Pesan ini menggarisbawahi pentingnya pengambilan keputusan investasi yang rasional dan terukur, jauh dari gejolak emosi sesaat.

Advertisements

Dalam pengamatannya pada perdagangan Senin (2/1), Pandu menyoroti bahwa saham-saham yang terkoreksi tajam cenderung merupakan kategori yang ia sebut sebagai saham ‘uninvestability’. Berbanding terbalik, saham-saham yang didukung oleh fundamental yang solid justru menunjukkan kinerja yang relatif positif pada hari perdagangan tersebut, menegaskan daya tahan mereka di tengah volatilitas pasar.

“Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi,” ungkapnya, memberikan gambaran bahwa tren yang diprediksinya mulai terwujud di pasar modal.

Pandu juga mengamati bahwa untuk saat ini, para pembeli saham-saham dengan fundamental yang baik masih didominasi oleh investor institusi, menunjukkan pola akumulasi yang terencana dari pemain-pemain besar di pasar.

Terlepas dari pernyataan menenangkan dari Pandu Sjahrir, IHSG memang ditutup anjlok pada perdagangan sesi I, Senin (2/1). Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini melorot signifikan, turun 442,442 poin atau 5,31 persen, hingga mencapai level 7.887.

Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 8.313,058 dan level terendah di 7.858. Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi, dengan nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp 18,942 triliun dan volume perdagangan yang mencapai 35,351 miliar saham.

Frekuensi transaksi yang terjadi pada hari itu tercatat sebanyak 2.080.849 kali. Secara keseluruhan, potret pasar menunjukkan 65 saham mengalami penguatan, sementara mayoritas, yakni 715 saham, melemah, dan 33 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sendiri tercatat mencapai Rp 14.205,642 triliun.

Advertisements

Also Read

Tags