Wijaya Karya (WIKA) catat nilai kontrak Rp 724 miliar per Januari 2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan raihan nilai kontrak yang signifikan, mencapai Rp 724 miliar sepanjang bulan Januari 2026. Pencapaian ini menandai awal tahun yang solid bagi salah satu perusahaan konstruksi BUMN terkemuka di Indonesia.

Advertisements

Menurut Corporate Secretary PT Wijaya Karya Tbk, Ngatemin, yang akrab disapa Emin, perolehan kontrak WIKA tersebut berasal dari diversifikasi berbagai lini bisnis, termasuk kontribusi dari anak-anak perusahaan. Emin menegaskan bahwa fokus perseroan saat ini adalah pada proyek-proyek yang memiliki pola pembayaran berbasis “monthly progress”. Strategi ini dinilai krusial untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat dan mendukung keberlanjutan kinerja Wijaya Karya di masa mendatang.

Menanggapi rencana besar merger BUMN karya yang ditargetkan pada pertengahan tahun 2026, Emin menjelaskan bahwa WIKA tengah memusatkan perhatian pada beberapa aspek kunci. Fokus utama adalah menjaga kinerja operasional tetap prima, melakukan peningkatan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan efisien, serta mengintensifkan upaya digitalisasi. Selain itu, WIKA juga terus berinovasi dalam metode kerja untuk memastikan penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan dapat terlaksana sesuai target.

Langkah-langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa proses merger dapat berjalan lancar sesuai rencana. Dengan demikian, bisnis WIKA diharapkan akan siap dan relevan dengan setiap kebijakan strategis yang nantinya akan diputuskan oleh para pemangku kepentingan utama. Emin menambahkan, “Apapun keputusan yang nantinya diambil, kami meyakini tentunya hal ini sudah melalui berbagai aspek kajian, termasuk aspek keberlanjutan.” Pernyataan ini menegaskan komitmen Wijaya Karya terhadap proses pengambilan keputusan yang matang dan berorientasi jangka panjang.

Advertisements

Di sisi lain, WIKA juga menyambut baik inisiatif Pemerintah dan Danantara dalam upaya penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau yang dikenal dengan nama Whoosh. Perseroan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam solusi ini. Saat ini, Wijaya Karya masih menunggu detail dan skema konkret yang akan ditetapkan oleh Pemerintah maupun Danantara terkait rencana penyelesaian utang KCIC tersebut.

Advertisements

Also Read

Tags