IHSG terkoreksi di akhir pekan, intip saham net sell terbesar asing, Jumat (20/2)

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini di zona merah, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung melemah pada penutupan perdagangan.

Advertisements

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat melemah tipis sebesar 2,31 poin atau setara dengan 0,02%. Penurunan ini membawa indeks ditutup pada level 8.271,76 pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Secara akumulatif, selama sepekan penuh, kinerja IHSG menunjukkan pelemahan sebesar 0,23%. Sepanjang perdagangan hari Jumat, pergerakan indeks bergerak dalam rentang 8.236 hingga 8.326, menandakan fluktuasi yang cukup dinamis di pasar saham.

Aktivitas perdagangan saham di BEI pada hari tersebut cukup ramai, dengan total volume transaksi mencapai 45,82 miliar saham dan nilai transaksi yang signifikan sebesar Rp 20,39 triliun. Dari sisi pergerakan saham, dominasi penjualan terlihat jelas, di mana sebanyak 381 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, 267 saham berhasil menguat, dan 171 saham lainnya bergerak stagnan. Dengan dinamika tersebut, kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai angka Rp 14.970 triliun.

Investor Asing Catat Net Buy Harian Rp 240 Miliar, Namun Saham-saham Ini Justru Dilepas di Akhir Pekan

Advertisements

Meskipun indeks bergerak di zona merah, investor asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 240,52 miliar pada perdagangan harian Jumat. Namun, jika dilihat secara komprehensif selama sepekan terakhir, aktivitas investor asing menunjukkan pola penjualan bersih (net sell) yang cukup besar, mencapai Rp 2,21 triliun. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun ada minat beli pada hari terakhir pekan, secara keseluruhan investor asing cenderung melepas aset dari pasar saham domestik.

Berikut adalah sepuluh saham dengan penjualan bersih (net sell) terbesar oleh investor asing pada penutupan perdagangan Jumat:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 146,49 miliar

2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 130,24 miliar

3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 67,6 miliar

4. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 65,16 miliar

5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 55,93 miliar

6. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 51,33 miliar

7. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 36,35 miliar

8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 22,22 miliar

9. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 20,22 miliar

10. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 19,34 miliar

BBCA Chart by TradingView

Advertisements

Also Read

Tags