
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ada kabar baik para pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII). Emiten otomotif terbesar di Tanah Air itu berencana membagikan dividen final sebesar Rp 292 per saham.
Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro mengatakan usulan dividen tersebut akan meminta restu para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ASII pada April 2026 mendatang.
“Dividen final yang diusulkan tersebut, ditambah dengan dividen interim sebesar Rp 98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025 akan menjadikan total dividen yang diusulkan sebesar Rp 390 per saham untuk tahun 2025,” kata Djony dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Astra International (ASII) Bagi Dividen Interim Rp 3,96 Triliun, Intip Jadwalnya!
Djony juga mengungkapkan rasio pembayaran dividen tersebut mencapai 48%.
Sebagai tambahan informasi, ASII meraup laba bersih sebesar Rp 32,76 triliun di tahun 2025, menurun 3,33% dari periode tahun 2024 senilai Rp 33,9 triliun.
Dengan begitu, jumlah laba per saham ASII tercatat turun menjadi Rp 810 dari sebelumnya Rp 837 per saham.
Dari segi top line, Astra membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 323,39 triliun pada 2025. Angka ini turun tipis 1,54% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp 328,48 triliun.
Secara rinci, segmen otomotif dan mobilitas tercatat mencapai Rp 125,65 triliun, jasa keuangan Rp 33,44 triliun, alat berat pertambangan, konstruksi dan energi Rp 131,3 triliun, agribisnis Rp 28,65 triliun, infrastruktur Rp 3,16 triliun, teknologi informasi Rp 2,99 triliun, properti Rp 1,13 triliun.
Astra International (ASII) Tebar Dividen Interim Rp 3,96 Triliun, Simak Jadwalnya
Total pendapatan dari tujuh segmen tersebut dikurangi jumlah eliminasi Rp 2,95 triliun menghasilkan pendapatan konsolidasian senilai Rp 323,39 triliun.
Dari sisi operasional, laba bruto Astra tercatat Rp 71,44 triliun pada 2025, turun dibandingkan Rp 73,06 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 251,95 triliun dari Rp 255,42 triliun, namun belum cukup untuk menahan penurunan pendapatan.
ASII Chart by TradingView
Di sisi pos beban, Astra melaporkan beban penjualan yang meningkat menjadi Rp 11,74 triliun dari Rp 11,06 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp 21,03 triliun dibandingkan Rp 19,59 triliun pada 2024.
Sementara itu, Astra mencatat penghasilan bunga sebesar Rp 3,65 triliun, naik dari Rp 3,29 triliun. Namun, bagian atas hasil bersih ventura bersama dan entitas asosiasi turun menjadi Rp 9,62 triliun dari Rp 10,29 triliun.
Penjualan Mobil Astra International (ASII) Turun 24,59% Hingga Oktober 2025
Laba sebelum pajak tercatat Rp 49,29 triliun, turun dari Rp 53,00 triliun pada 2024. Beban pajak penghasilan sebesar Rp 9,08 triliun membuat laba tahun berjalan berada di level Rp 40,2 triliun.
Dari sisi penghasilan komprehensif lain, Astra mencatat rugi bersih setelah pajak sebesar Rp 540 miliar pada 2025, berbanding terbalik dengan surplus Rp 2,58 triliun pada 2024.
Hingga akhir tahun 2025, Astra mencatatkan total aset senilai Rp 507,36 triliun, meningkat dari periode tahun 2024 senilai Rp 471,44 triliun.
Jumlah liabilitas perusahaan meningkat menjadi Rp 216,55 triliun dari Rp 199,44 triliun. Total ekuitas perusahaan juga dilaporkan menanjak menjadi Rp 290,81 triliun dari sebelumnya Rp 272 triliun.
ASII juga mengungkapkan total saldo kas dan setara kas pada akhir tahun 2025 sebesar Rp 52,62 triliun, meningkat dari posisi Rp 48,43 triliun di akhir Desember 2024.




