Laba dan pendapatan Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) naik sepanjang 2025

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang tahun 2025, dengan membukukan kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersihnya.

Advertisements

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp 5,42 triliun di tahun 2025, menunjukkan peningkatan impresif sebesar 28,42% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibandingkan dengan pencapaian Rp 4,21 triliun pada tahun 2024.

Kontribusi terbesar terhadap total pendapatan TLDN sepanjang tahun lalu didominasi oleh penjualan minyak kelapa sawit kepada pihak ketiga, yang mencapai Rp 4,7 triliun. Selain itu, penjualan inti kelapa sawit kepada pihak ketiga turut menyumbang Rp 358,99 miliar, diikuti oleh penjualan minyak inti kelapa sawit sebesar Rp 296,64 miliar.

Dalam kategori penjualan kepada pihak ketiga, PT Wilmar Nabati Indonesia menjadi mitra terbesar dengan nilai transaksi Rp 1,84 triliun, mencakup 34,09% dari total pendapatan TLDN di tahun ini. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari PT Energi Unggul Persada sebesar Rp 1,09 triliun, PT Karyanusa Ekadaya Rp 639,13 miliar, dan PT Karya Indah Alam Sejahtera Rp 452,37 miliar.

Advertisements

ELPI Siapkan Rights Issue Jumbo, Capex 2026 Dipatok Rp1,5 Triliun

Seiring dengan lonjakan pendapatan, beban pokok penjualan TLDN juga mengalami peningkatan, dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 3,55 triliun sepanjang tahun 2025. Meskipun demikian, efisiensi operasional tetap terjaga.

Hal ini tercermin dari laba bruto perseroan yang melesat menjadi Rp 1,86 triliun di tahun 2025, tumbuh 27,98% YoY dari Rp 1,45 triliun pada periode sebelumnya.

Lebih lanjut, TLDN berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,10 triliun sepanjang tahun lalu, menorehkan kenaikan impresif 34,03% YoY. Angka ini menegaskan fundamental yang kuat bagi perseroan.

Kinerja laba yang solid ini berdampak langsung pada laba per saham dasar perseroan, yang melesat menjadi Rp 85,48 pada tahun 2025, naik signifikan dari Rp 63,77 di tahun 2024, memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Pada posisi 31 Desember 2025, total aset TLDN tercatat sebesar Rp 6,01 triliun, meningkat dari Rp 5,66 triliun per 31 Desember 2024. Peningkatan aset ini menunjukkan ekspansi dan penguatan posisi keuangan perseroan.

Kinerja Jasa Marga (JSMR) Lampaui Ekspektasi, Tapi Target Saham Dipangkas

Sementara itu, total liabilitas perseroan mengalami penurunan menjadi Rp 2,37 triliun di akhir Desember 2025, dari Rp 2,51 triliun pada akhir Desember 2024. Di sisi lain, total ekuitas TLDN justru menguat signifikan menjadi Rp 3,64 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 3,14 triliun di akhir tahun 2024. Kombinasi penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas ini mencerminkan struktur permodalan yang semakin sehat.

Kas dan setara kas perseroan di akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp 334,38 miliar, naik dari Rp 486,58 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisements

Also Read

Tags