Berkat nilai investasi, Bukalapak (BUKA) bukukan laba bersih Rp 3,14 triliun di 2025

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menorehkan kinerja keuangan yang impresif dengan berhasil membukukan laba bersih sepanjang tahun 2025. Pencapaian signifikan ini merupakan hasil dari berbaliknya pos nilai investasi yang sebelumnya mencatat kerugian menjadi keuntungan yang substansial.

Advertisements

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BUKA melonjak mencapai Rp 3,14 triliun. Angka ini menandai pembalikan drastis dari kerugian bersih sebesar Rp 1,54 triliun yang tercatat pada tahun 2024, menunjukkan perbaikan kinerja yang sangat positif.

Faktor kunci di balik kinerja keuangan yang gemilang ini adalah pos laba nilai investasi bersih BUKA yang mencapai Rp 2,37 triliun di tahun 2025. Nilai ini berbalik untung dari kerugian sebesar Rp 1,54 triliun pada periode sebelumnya. Kontribusi masif dari investasi tersebut secara langsung turut mendongkrak laba usaha BUKA menjadi Rp 2,41 triliun, menegaskan efektivitas strategi investasi perusahaan.

Laba Plaza Indonesia Realty (PLIN) Tergerus 35,9% di Tahun 2025

Advertisements

Dari sisi top line, pendapatan bersih BUKA juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat, mencapai Rp 6,51 triliun sepanjang 2025. Angka ini melonjak 45,96% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan Rp 4,46 triliun pada tahun 2024, mencerminkan ekspansi bisnis yang solid.

Rincian kontribusi pendapatan menunjukkan bahwa segmen gaming menjadi motor utama pertumbuhan, menyumbang sebesar Rp 5,34 triliun atau melesat 205,09% YoY. Meskipun demikian, segmen Online to Offline (O2O) mencatat pendapatan Rp 794,47 miliar, yang berarti terjadi penurunan 61,74% YoY. Selain itu, Bukalapak juga meraup pendapatan sebesar Rp 301,77 miliar dari segmen lainnya, yang menyusut 48,12% secara tahunan, serta pendapatan investasi sebesar Rp 66,58 miliar.

IHSG Anjlok 1,8% ke 7.228,9 di Sesi Pertama (13/3), Top Losers LQ45: AMMN, ISAT, MBMA

Pada sisi neraca keuangan, total aset Bukalapak turut mengalami peningkatan yang sehat, mencapai Rp 26,03 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp 24,79 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan aset turut mencerminkan penguatan fundamental perusahaan. Per periode yang sama, BUKA tercatat memiliki total liabilitas sebesar Rp 717,29 miliar dan total ekuitas yang solid mencapai Rp 25,31 triliun, mengukuhkan posisi keuangan yang stabil dan kuat.

Advertisements

Also Read

Tags