BANYU POS JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) diproyeksikan akan memasuki fase normalisasi kinerja dalam waktu dekat. Namun, di tengah perkiraan tersebut, sinyal pemulihan yang menjanjikan mulai terpancar kuat dari sisi pemasarannya.
Indikator positif ini terlihat jelas dari lonjakan fantastis nilai pra-penjualan CBDK pada kuartal IV-2025 yang mencapai 309% secara kuartalan. Kenaikan signifikan ini utamanya didukung oleh permintaan yang solid terhadap lahan komersial di kawasan prestisius CBD PIK2.
Menurut Cheryl Jennifer Wang, Analis dari Sucor Sekuritas, optimisme terhadap pre-sales CBDK berlanjut hingga tahun 2026. Ia memproyeksikan nilai pra-penjualan akan pulih hingga sekitar Rp 886 miliar, menandai pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini didorong oleh monetisasi landbank yang strategis serta perbaikan bertahap dalam permintaan segmen residensial,” jelasnya dalam riset yang diterbitkan pada 10 Maret 2026.
Simak Rekomendasi Saham dan Proyeksi Vale Indonesia (INCO) di 2026
Sucor Sekuritas juga menyoroti kemunculan kontribusi dari pendapatan berulang (recurring income), salah satunya melalui proyek NICE yang diperkirakan menyumbang sekitar Rp 200 miliar pada tahap awal. Ini merupakan langkah awal yang krusial bagi CBDK dalam diversifikasi model bisnisnya dari yang sebelumnya sangat bergantung pada pengembangan properti (development-driven) menuju portofolio yang lebih seimbang.
Dari sisi kinerja keuangan, CBDK mencatatkan laba setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATMI) sebesar Rp 535 miliar, yang menunjukkan penurunan 69% secara tahunan. Pelehan kinerja operasional sempat terlihat pada kuartal IV-2025, dengan laba bersih anjlok 77% secara tahunan akibat minimnya serah terima proyek, yang turut menekan pendapatan kuartalan.
Untuk tahun 2026, PATMI CBDK diperkirakan akan mengalami normalisasi menjadi Rp 911 miliar, meskipun masih menunjukkan penurunan 33% secara tahunan. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh basis kinerja tinggi pada tahun 2025 serta moderasi pengakuan pendapatan dari backlog proyek. Meskipun demikian, margin keuntungan dinilai tetap solid, dengan proyeksi gross profit margin (GPM) di kisaran 66% dan operating profit margin (OPM) sekitar 53%.
PIK Dua (PANI) Tambah Modal ke Tiga Anak Usaha dengan Total Nilai Rp 700 Miliar
Prospek jangka menengah CBDK tampak lebih cerah, di mana kinerja perusahaan diperkirakan akan kembali bertumbuh. Laba bersih diproyeksikan akan naik menjadi sekitar Rp 995 miliar pada tahun 2027 dan mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun 2028, menunjukkan lintasan pertumbuhan yang positif.
Dari perspektif valuasi, saham CBDK saat ini dinilai masih diperdagangkan pada level diskon signifikan terhadap nilai aset bersih (RNAV). Penilaian ini didukung oleh kepemilikan landbank premium seluas 712 hektare yang berlokasi strategis di kawasan PIK2.
Oleh karena itu, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CBDK dengan target harga di kisaran Rp 11.000–Rp 12.000 per saham. Angka ini mencerminkan potensi kenaikan yang substansial dari posisi harga saat ini.
Ke depan, sejumlah katalis utama yang dapat mendorong kinerja saham CBDK antara lain berasal dari percepatan monetisasi lahan, pertumbuhan berkelanjutan dari recurring income, serta pengembangan infrastruktur penting seperti proyek jalan tol Kataraja yang dinilai belum sepenuhnya terefleksi dalam valuasi saham perseroan saat ini.




