Laba bersih Saratoga Investama (SRTG) naik 121,11% jadi Rp 7,31 triliun di 2025

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025, didukung oleh pertumbuhan signifikan pada sejumlah indikator kunci.

Advertisements

Performa positif ini utamanya disokong oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek lainnya. SRTG membukukan laba sebesar Rp 4,13 triliun dari segmen ini di tahun 2025, meroket 180,05% jika dibandingkan dengan perolehan Rp 1,47 triliun pada tahun 2024.

Namun, tidak semua lini pendapatan menunjukkan peningkatan. Penghasilan dividen dan bunga Saratoga terkoreksi dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 2,86 triliun sepanjang tahun 2025. Penghasilan lainnya juga menurun, tercatat sebesar Rp 11,17 miliar di tahun 2025, dari sebelumnya Rp 14,99 miliar pada tahun 2024.

Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Sepekan Terakhir Jelang Libur Lebaran 2026

Advertisements

Komitmen SRTG terhadap strategi investasi yang kokoh tercermin dari peningkatan nilai investasi pada saham-saham unggulan atau “blue chip”. Sepanjang tahun 2025, total investasi perseroan di saham blue chip mencapai Rp 48,03 triliun, tumbuh dari angka Rp 44,99 triliun di tahun 2024, menegaskan posisi portofolio yang solid.

Dalam daftar emiten blue chip yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), SRTG memiliki kepemilikan yang substansial. Perseroan memegang 9,73% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan nilai wajar Rp 5,68 triliun. Selanjutnya, kepemilikan pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencapai 19,73% dengan nilai wajar Rp 10,8 triliun. Pada PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), kepemilikannya tercatat sebesar 4% dengan nilai wajar Rp 2,12 triliun.

Investasi SRTG di Grup Adaro juga meluas ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), di mana SRTG memiliki kepemilikan langsung sebesar 4,38% dengan nilai wajar Rp 2,33 triliun. Selain itu, terdapat kepemilikan tidak langsung melalui PT Adaro Strategic Capital (ASC) sebesar 25% dan PT Adaro Strategic Lestari (ASL) sebesar 29,79%, dengan nilai wajar masing-masing Rp 8,94 triliun dan Rp 3,56 triliun.

Tidak hanya saham blue chip, Saratoga juga aktif menanamkan modal pada perusahaan-perusahaan berkembang yang terdaftar di BEI. Ini termasuk PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan kepemilikan 57,67% saham bernilai wajar Rp 2,44 triliun. Ada pula investasi di PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 10% dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebesar 6,02%, dengan nilai wajar masing-masing Rp 464,59 miliar dan Rp 228,99 miliar.

Berkat kinerja investasi yang kuat, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan melonjak menjadi Rp 7,33 triliun di tahun 2025, melesat 121,11% dari Rp 3,31 triliun di tahun sebelumnya. Prestasi ini turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp 540 di tahun 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp 243 pada tahun 2024.

Dari sisi neraca keuangan, kekuatan finansial SRTG juga tampak solid. Per 31 Desember 2025, jumlah aset perseroan mencapai Rp 62,51 triliun, meningkat dari Rp 57,84 triliun per 31 Desember 2024. Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan berhasil ditekan menjadi Rp 3,59 triliun di akhir Desember 2025, turun signifikan dari Rp 6,06 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Alhasil, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 58,91 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 51,77 triliun di akhir tahun 2024.

Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Analis Kerek Proyeksi Harga Minyak 2026

Adapun posisi kas dan setara kas SRTG pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp 966,36 miliar, sedikit menurun dari Rp 1,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun tetap menunjukkan likuiditas yang memadai untuk mendukung operasional dan peluang investasi mendatang.

Advertisements

Also Read

Tags