Bumi Resources Minerals (BRMS) berpeluang kembali raih kinerja positif pada 2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Emiten pertambangan emas terkemuka milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), diproyeksikan akan terus mencatatkan performa finansial yang cemerlang. Peluang besar untuk melanjutkan tren positif kinerja keuangannya ini semakin terbuka lebar saat memasuki tahun 2026, ditopang oleh strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi operasional.

Advertisements

Sebelumnya, pada tahun 2025, BRMS telah menunjukkan kekuatan fundamentalnya dengan meraih kenaikan pendapatan signifikan sebesar 54% secara tahunan (yoy), mencapai angka US$ 249 juta. Di saat yang bersamaan, laba bersih perusahaan juga melesat tajam sebesar 99% yoy, menembus angka US$ 50 juta, sebuah pencapaian yang mengindikasikan efektivitas strategi bisnisnya.

Direktur & Chief Financial Officer Bumi Resources Minerals, Charles Gobel, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja keuangan BRMS ini didorong oleh dua faktor utama. “Pertama, produksi emas kami mampu naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas kami juga meningkat sebesar 38% dari tahun sebelumnya,” ujar Charles dalam keterangan resmi yang dirilis pada 16 Maret 2026, menggambarkan sinergi antara peningkatan volume produksi dan kondisi pasar yang menguntungkan.

Melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, BRMS berhasil memproduksi sekitar 72.000 ons troi emas sepanjang tahun 2025, menandai pertumbuhan sebesar 11% yoy. Kenaikan produksi emas ini terjadi di tengah tantangan dan langkah antisipatif berupa operasi pushback yang dilakukan oleh Citra Palu Minerals. Operasi ini penting untuk mengantisipasi potensi penurunan kadar emas dalam bijih yang diproses selama periode kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026, memastikan keberlanjutan produksi yang optimal.

Advertisements

Pasca penyelesaian operasi pushback tersebut, BRMS optimis dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi di lokasi bukaan baru pada kuartal II-2026. Dengan demikian, diharapkan produksi emas emiten ini dapat mencapai kisaran 80.000 ons troi pada tahun 2026, sebuah target ambisius yang didukung oleh strategi operasional yang matang.

Capaian penting lainnya bagi BRMS pada tahun 2025 adalah progres peningkatan kapasitas produksi salah satu pabrik emasnya. Dari sebelumnya 500 ton, kapasitas pabrik ini sedang ditingkatkan menjadi 2.000 ton bijih per hari. Proyek peningkatan kapasitas pabrik ini dijadwalkan akan rampung pada kuartal IV-2026, yang tentunya akan semakin menopang target produksi BRMS di masa mendatang.

Selain itu, BRMS juga membidik langkah strategis jangka panjang dengan menargetkan dimulainya aktivitas penambangan bijih dengan kadar emas tinggi, yaitu di kisaran 3,5 g/t hingga 4,9 g/t, dari lokasi tambang bawah tanah pada semester II-2027. Inisiatif ini menandai komitmen perusahaan untuk mengakses cadangan emas yang lebih melimpah dan berkualitas.

Mengomentari prospek cerah ini, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyatakan bahwa peluang BRMS untuk mencetak pertumbuhan kinerja dua digit pada tahun 2026 sangat terbuka. Hal ini tetap berlaku sekalipun harga emas dunia berpotensi bergerak volatil. Menurut Wafi, kinerja BRMS tidak hanya akan dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas, tetapi juga didukung kuat oleh peningkatan volume produksi dari pabrik perusahaan.

Upaya pushback yang telah dilakukan BRMS sepanjang kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026 juga diprediksi akan membawa dampak positif. “BRMS dapat menggali bijih kadar tinggi yang secara langsung menekan cash cost dan memperlebar margin keuntungan perusahaan,” jelas Wafi, beberapa hari lalu, menyoroti efisiensi biaya yang akan tercapai.

Ke depannya, Wafi menyarankan BRMS untuk memaksimalkan utilisasi pabrik emas kedua di Poboya, sekaligus melakukan efisiensi ketat pada biaya bahan bakar untuk alat-alat berat perusahaan. Ia juga mengingatkan BRMS untuk senantiasa mewaspadai risiko cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi, yang berpotensi menghambat operasional tambang terbuka (open pit).

Lebih lanjut, Wafi sangat mengapresiasi langkah BRMS yang tengah memproses pembangunan tambang bawah tanah. Ia menekankan bahwa secara jangka panjang, keberadaan tambang bawah tanah akan memberikan akses terhadap cadangan emas yang lebih dalam dengan kadar yang jauh lebih tinggi dibandingkan tambang terbuka. “Hal ini sekaligus akan memperpanjang umur tambang perusahaan secara signifikan,” imbuh Wafi.

Berdasarkan analisis tersebut, Muhammad Wafi merekomendasikan untuk membeli saham BRMS dengan target harga di level Rp 720 per saham. Sejalan dengan optimisme ini, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, turut merekomendasikan speculative buy saham BRMS, dengan target harga yang sedikit lebih tinggi, yakni di kisaran Rp 735 hingga Rp 790 per saham, menggarisbawahi potensi kenaikan harga saham BRMS di pasar modal.

Advertisements

Also Read

Tags