
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sukses membukukan kinerja yang gemilang sepanjang tahun buku 2025, mencatatkan kenaikan impresif baik dari sisi penjualan maupun laba bersih.
Merujuk pada laporan keuangan resmi perseroan, ERAA berhasil mencatatkan kinerja penjualan yang solid sebesar Rp 76,6 triliun pada tahun 2025. Capaian ini merupakan lonjakan substansial sebesar 17,35% secara tahunan (year-on-year/yoy), melesat dari Rp 65,27 triliun yang dibukukan pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan ERAA didorong oleh kontribusi signifikan dari berbagai segmen. Penjualan dari segmen telepon seluler dan tablet menjadi tulang punggung dengan Rp 60,07 triliun. Diikuti oleh penjualan komputer dan peralatan elektronik sebesar Rp 3,05 triliun. Sementara itu, penjualan produk operator menyumbang Rp 1,55 triliun, dan segmen aksesoris serta lain-lain mencatatkan angka Rp 11,92 triliun.
Sejalan dengan lonjakan pendapatan, laba tahun berjalan ERAA juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 17,26% yoy, mencapai Rp 1,31 triliun pada tahun 2025. Angka ini naik tajam dari Rp 1,11 triliun yang tercatat pada tahun 2024.
Bumi Resources (BUMI) Raih Laba Bersih US$ 81 Juta pada 2025
Lebih lanjut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau yang sering disebut laba bersih, turut melonjak 15,82% yoy. Angka ini mencapai Rp 1,19 triliun, dibandingkan dengan Rp 1,03 triliun yang dibukukan pada tahun sebelumnya.
Dari perspektif profitabilitas, laba bruto ERAA juga mencatat pertumbuhan yang sehat, naik 14,78% yoy menjadi Rp 8,35 triliun pada 2025, dari Rp 7,27 triliun pada 2024. Meskipun demikian, peningkatan kinerja ini diiringi oleh lonjakan beban pokok penjualan yang signifikan, mencapai 17,67% yoy, membengkak menjadi Rp 68,26 triliun dari sebelumnya Rp 58,00 triliun.
Namun, di tengah kenaikan beban tersebut, laba usaha ERAA tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yakni sebesar 14,19% yoy. Laba usaha ini meningkat menjadi Rp 2,43 triliun, dibandingkan dengan Rp 2,13 triliun yang tercatat pada tahun sebelumnya. Pencapaian laba usaha yang positif ini patut diapresiasi mengingat adanya peningkatan beban penjualan dan distribusi yang cukup substansial, mencapai Rp 3,82 triliun dari Rp 2,99 triliun pada tahun 2024. Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan, menjadi Rp 2,79 triliun dari Rp 2,57 triliun.
Di sisi lain, ERAA juga berhasil mencatatkan perbaikan kinerja dari aspek pendapatan non-operasional. Pendapatan lainnya melonjak tajam sebesar 70,70% yoy, mencapai Rp 753,81 miliar, dari sebelumnya Rp 441,62 miliar pada tahun 2024. Pada saat yang bersamaan, beban keuangan menunjukkan sedikit penurunan menjadi Rp 641,89 miliar, dibandingkan dengan Rp 649,63 miliar pada tahun sebelumnya.
Berkat kombinasi kinerja operasional dan non-operasional yang solid, laba sebelum pajak penghasilan ERAA menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, melonjak 22,02% yoy menjadi Rp 1,85 triliun, dari Rp 1,52 triliun pada tahun 2024.
ERAA Chart by TradingView
Beralih ke sisi neraca, ERAA melaporkan pertumbuhan signifikan pada total aset yang mencapai Rp 28,85 triliun, sebuah lonjakan impresif dari Rp 21,77 triliun pada periode sebelumnya. Peningkatan aset ini sejalan dengan bertambahnya jumlah liabilitas perusahaan yang tercatat sebesar Rp 18,67 triliun, meningkat dari Rp 12,71 triliun. Di sisi lain, total ekuitas perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan sehat, mencapai Rp 10,17 triliun, naik dari posisi Rp 9,05 triliun.
Sebagai penutup, posisi likuiditas ERAA juga solid, dengan saldo kas dan setara kas pada akhir tahun 2025 mencapai Rp 2,11 triliun, meningkat substansial dari Rp 1,62 triliun pada posisi sebelumnya.




