Industri data center berpotensi tumbuh subur berkat AI, begini strategi DCII

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Di tengah persaingan yang kian sengit dalam industri pusat data, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memilih untuk mengimplementasikan strategi ekspansi yang berlandaskan pada permintaan pasar. Pendekatan adaptif ini diyakini mampu menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan di masa depan.

Advertisements

Abieta Billy, VP Market Development and Sales Strategy DCI Indonesia, menyoroti peran krusial kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama lonjakan kebutuhan infrastruktur pusat data. Menurutnya, setiap layanan yang berbasis AI memerlukan dukungan pusat data yang kokoh, sehingga memicu peningkatan signifikan dalam permintaan kapasitas.

“Semua layanan AI membutuhkan pusat data. Ke depan, permintaan akan meningkat sangat signifikan, terutama dari sisi penggunaan atau inference,” ujar Billy dalam paparannya di hadapan publik pada Senin (30/3/2026). Ia menambahkan bahwa dinamika ini membuka peluang besar bagi para pemain industri pusat data untuk memperluas kapasitas, seiring dengan perubahan pola penggunaan AI yang semakin memperbesar kebutuhan akan infrastruktur digital.

Menanggapi lonjakan permintaan ini, DCII mengandalkan strategi ekspansi berbasis permintaan untuk memastikan efisiensi operasional. Melalui pendekatan ini, pembangunan kapasitas baru selalu selaras dengan kebutuhan aktual pelanggan, menghindari investasi yang tidak perlu dan memastikan setiap pengembangan memberikan nilai maksimal.

Advertisements

Billy menjelaskan, “Kalau ada permintaan dari pelanggan, kami akan membangun sesuai kebutuhan tersebut. Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam menjaga efisiensi dan daya saing.” Komitmen ini menunjukkan fokus DCII dalam responsivitas pasar dan optimasi sumber daya.

Selain strategi adaptif berbasis permintaan, DCII juga memenangkan persaingan pasar melalui keunggulan operasional yang telah teruji. Perusahaan saat ini melayani lebih dari 270 pelanggan, di mana sekitar 80% di antaranya adalah perusahaan multinasional.

Rekam jejak yang solid dalam melayani klien global inilah, menurut Billy, yang menjadi pembeda utama DCII dari para kompetitornya. Pengalaman tersebut tidak hanya membangun reputasi, tetapi juga meningkatkan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap layanan pusat data yang ditawarkan perusahaan.

Dari sisi kapasitas, DCII saat ini mengoperasikan layanan sebesar 128 megawatt (MW). Emiten yang terafiliasi dengan Toto Otto Sugiri ini memiliki potensi pengembangan kapasitas yang sangat besar, mencapai lebih dari 2.000 MW.

Fasilitas pusat data DCII tersebar di beberapa lokasi strategis seperti Cibitung, Karawang, Jakarta, Surabaya, hingga Bintan. Infrastruktur mutakhir ini dirancang secara khusus untuk mendukung pertumbuhan pesat layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), serta beragam kebutuhan komputasi kelas perusahaan (enterprise).

Advertisements

Also Read

Tags