Cek prospek Erajaya (ERAA) di tahun 2026 usai raih kenaikan laba di 2025

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menutup tahun 2025 dengan kinerja finansial yang cemerlang, berhasil mencatatkan kenaikan signifikan baik dari sisi penjualan maupun laba bersih. Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan bersih ERAA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 76,6 triliun, sebuah pencapaian yang tumbuh 17,35% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 65,27 triliun.

Advertisements

Pertumbuhan penjualan yang solid ini ditopang oleh kontribusi beragam segmen bisnis ERAA. Penjualan dari segmen telepon selular dan tablet masih mendominasi dengan nilai Rp 60,07 triliun. Sementara itu, komputer dan peralatan elektronik menyumbang Rp 3,05 triliun, produk operator sebesar Rp 1,55 triliun, dan aksesoris serta kategori lain-lain turut berkontribusi signifikan dengan penjualan mencapai Rp 11,92 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang impresif, profitabilitas ERAA juga menunjukkan peningkatan substansial. Laba tahun berjalan ERAA melonjak 17,26% yoy, mencapai Rp 1,31 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp 1,11 triliun pada tahun 2024. Lebih lanjut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami kenaikan sebesar 15,82% yoy, menembus angka Rp 1,19 triliun, dibandingkan Rp 1,03 triliun pada tahun sebelumnya.

Kinerja laba yang kuat ini mendapat sorotan dari Analyst MNC Sekuritas, Catherine Florencia. Menurut Catherine, pertumbuhan signifikan ini terutama didorong oleh penutupan kuartal IV-2025 yang sangat solid, diperkuat oleh perbaikan leverage operasional perusahaan. Lonjakan pendapatan pada kuartal terakhir tahun 2025 tersebut, jelas Catherine, kemungkinan besar ditopang oleh kuatnya permintaan musiman menjelang akhir tahun, ditambah dengan suksesnya peluncuran seri iPhone 17. Khususnya, model Pro dengan desain baru yang inovatif dan iPhone Air yang ultra tipis dinilai sangat efektif dalam memicu antusiasme konsumen dan mendorong permintaan untuk peningkatan perangkat selama periode tersebut. “Kami menilai peluncuran ini turut mendorong antusiasme konsumen serta permintaan upgrade selama kuartal tersebut,” ungkap Catherine kepada Kontan, Senin (30/3/2026).

Advertisements

Melangkah ke tahun 2026, Catherine memandang prospek ERAA tetap menjanjikan dengan peluang pertumbuhan yang positif. Daya tarik produk, khususnya inovasi desain ulang pada lini Pro series, diyakini akan terus menjadi motor pendorong utama kinerja, terutama pada kuartal I-2026. Secara keseluruhan, ia memproyeksikan pertumbuhan pendapatan ERAA untuk tahun buku 2026 dapat mencapai kisaran 8%.

Meski demikian, dari sisi harga saham ERAA, Catherine mengakui adanya tekanan akibat sentimen pasar modal dan gejolak geopolitik yang sedang berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa secara valuasi, terutama berdasarkan rasio price to earnings (PE), saham ERAA masih dinilai cukup menarik bagi investor. Di sisi lain, ERAA juga dihadapkan pada sejumlah tantangan pada tahun 2026. Salah satunya adalah isu pengiriman global, mengingat konflik di Timur Tengah yang berpotensi menghambat jalur distribusi dan memicu kenaikan biaya logistik. Situasi ini berisiko menekan margin keuntungan serta meningkatkan biaya produksi ERAA di masa mendatang. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Catherine merekomendasikan buy saham ERAA dengan target harga Rp 550 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags