\n\n

CIMB Niaga Finance bagikan dividen Rp129 miliar untuk kinerja 2025

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF), salah satu pemain kunci di sektor pembiayaan, mengumumkan keputusan penting untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp129 miliar. Angka ini merepresentasikan 40% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025, sebuah penetapan yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Keputusan strategis ini menggarisbawahi solidnya kinerja keuangan CNAF yang tetap tumbuh signifikan, meskipun industri pembiayaan secara umum menghadapi periode perlambatan.

Advertisements

Keputusan pembagian dividen tersebut secara resmi ditetapkan dalam penyelenggaraan RUPST yang berlangsung pada tanggal 06 April 2025, bertempat di Griya CIMB Niaga, Tangerang Selatan. Dalam agenda rapat yang krusial itu, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025. Mereka juga menerima dengan baik laporan tugas pengawasan yang disampaikan oleh Dewan Komisaris terkait kinerja Direksi selama tahun buku 2025.

Selain itu, RUPST juga mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025. Laporan ini sebelumnya telah diaudit secara menyeluruh oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, dengan hasil audit yang tercantum dalam laporannya bertanggal 11 Maret 2026.

: CNAF Bidik Rp3,74 Triliun

Advertisements

Sepanjang tahun 2025, CNAF berhasil mencatatkan pendapatan yang impresif sebesar Rp2,23 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,31% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,04 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan total aset yang signifikan sebesar 6,04%, mencapai Rp11,46 triliun, serta peningkatan total aset kelolaan sebesar 3,93% menjadi Rp13,66 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp322,75 miliar pada tahun 2025. Kinerja keuangan yang positif ini mencerminkan kemampuan CNAF dalam menjaga stabilitas dan efisiensi bisnisnya secara adaptif, bahkan di tengah tekanan dan dinamika yang mewarnai pasar pembiayaan kendaraan bermotor.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan, mengungkapkan bahwa tahun 2025 memang merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri pembiayaan. Tantangan tersebut utamanya disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kontraksi di pasar otomotif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan tetap mampu menjaga keseimbangan krusial antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh tantangan, CNAF berupaya untuk tetap mencatatkan kinerja yang positif meski market terkontraksi. Salah satu pencapaian utama CNAF di tahun 2025 adalah keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas. Dinamika dan perlambatan pertumbuhan industri pembiayaan di tahun 2025 dirasakan oleh seluruh industri pembiayaan tidak hanya CNAF saja. Namun, CNAF berhasil menjaga kinerja yang adaptif, resilien, dan kompetitif,” papar Ristiawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, total penyaluran pembiayaan baru pada tahun 2025 mencapai Rp9,25 triliun. Realisasi pembiayaan yang kuat ini turut mendorong peningkatan pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor perusahaan menjadi 6,11%, memperkuat posisi CNAF di kancah industri.

: : CIMB Finance (CNAF) Catat Pembiayaan LCGC Rp18 Miliar per Januari 2026

Selain performa kinerja keuangan yang gemilang, CNAF juga meraih pengakuan signifikan dengan peningkatan peringkat kredit dari lembaga pemeringkat terkemuka, Fitch Indonesia, menjadi AAA. Peringkat tertinggi ini menjadi bukti nyata kualitas manajemen risiko yang solid dan ketahanan keuangan perusahaan yang luar biasa, bahkan di tengah turbulensi industri pembiayaan.

Dalam agenda RUPST lainnya, para pemegang saham kembali mempercayakan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan untuk mengaudit laporan keuangan CNAF untuk tahun buku 2026. Selain itu, RUPST juga menegaskan kembali penunjukan Dr. Rini Fatma Kartika sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah untuk masa jabatan periode 2026 hingga 2029, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap prinsip-prinsip syariah.

Advertisements

Also Read