BANYU POS – , JAKARTA — Daya tarik layanan paylater kian memikat masyarakat, menawarkan kemudahan transaksi tanpa perlu langsung mengeluarkan uang. Namun, di balik kenyamanan tersebut, masih banyak yang abai bahwa setiap jejak transaksi dan riwayat pembayarannya terekam jelas dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK).
SLIK OJK, sebagaimana informasi yang diunggah melalui akun Instagram @ojk_jateng, merupakan sistem vital yang menyimpan data komprehensif mengenai riwayat kredit konsumen. Informasi ini menjadi landasan utama bagi lembaga keuangan untuk menilai kelayakan seorang calon nasabah saat mengajukan berbagai jenis fasilitas kredit, termasuk pula mencakup riwayat penggunaan layanan paylater.
Setiap penggunaan paylater, baik untuk transaksi besar maupun kecil, akan tercatat dalam sistem ini. Bahkan, keterlambatan pembayaran, meski hanya dengan nominal yang tidak seberapa, berpotensi besar merusak skor kredit seseorang. Catatan negatif ini kemudian menjadi pertimbangan vital bagi lembaga keuangan dalam memutuskan persetujuan pengajuan kredit di masa depan, mulai dari pinjaman pribadi hingga pembiayaan besar.
: Pinjaman Warga Usia Produktif jadi Juru Selamat Bisnis Paylater Multifinance Tahun Ini
“Hal kecil seperti ini bisa menjadi hambatan saat mengajukan kredit di masa depan,” tegas OJK melalui unggahannya, memperingatkan masyarakat akan dampak jangka panjang dari penggunaan paylater yang tidak disiplin.
Menyikapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara konsisten mengimbau publik untuk selalu melunasi setiap tagihan tepat waktu. Kedisiplinan ini krusial demi menjaga rekam jejak kredit tetap bersih, sehingga tidak menghambat rencana pembiayaan di kemudian hari, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau modal usaha.
: OJK Siapkan Aturan Baru untuk Bisnis Paylater hingga Gadai Cs, Ini Bocorannya
Penting untuk diketahui, pertumbuhan layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) di sektor perusahaan pembiayaan menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan catatan OJK, hingga Januari 2026, layanan ini tumbuh sebesar 71,13% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, data pertumbuhan tersebut bersumber dari SLIK. Ia merinci, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp12,18 triliun per Januari 2026.
Dalam siaran pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Februari 2026, Selasa (3/3/2026), Agusman juga memastikan bahwa tingkat Non-Performing Financing (NPF) gross masih berada dalam kondisi terjaga, yaitu di angka 2,77%. Angka ini mencerminkan pengelolaan risiko yang masih terkontrol di tengah agresifnya pertumbuhan.
Tren positif ini bukan hal baru. Pada akhir 2025, layanan BNPL perusahaan pembiayaan juga telah mencatat pertumbuhan impresif sebesar 75,05% YoY, dengan nilai mencapai Rp11,94 triliun.
Tips Agar Penggunaan Paylater Tetap Terkontrol
Mengingat pentingnya menjaga riwayat kredit yang baik, OJK juga membagikan sejumlah tips praktis agar penggunaan paylater tetap terkontrol dan pembayaran tagihan selalu tepat waktu:
-
Pilih penyedia resmi: Selalu prioritaskan layanan paylater yang telah memiliki izin dan diawasi langsung oleh OJK untuk menjamin keamanan dan perlindungan konsumen.
-
Gunakan untuk kebutuhan penting: Hindari godaan menggunakan paylater untuk sekadar memenuhi keinginan sesaat atau belanja impulsif yang tidak esensial.

-
Hindari gali lubang tutup lubang: Jauhi praktik melunasi tagihan paylater dengan menggunakan layanan paylater lain atau utang baru, karena ini hanya akan memperparah kondisi keuangan Anda.
-
Jauhi transaksi berisiko: Manfaatkan paylater secara bijak dan pastikan tidak digunakan untuk aktivitas yang memiliki risiko tinggi atau melanggar hukum.
-
Sesuaikan dengan kemampuan bayar: Hitung dan pastikan total transaksi paylater tidak melebihi batas kemampuan finansial Anda agar tidak membebani di kemudian hari.
-
Pahami seluruh ketentuan: Sebelum menyetujui, luangkan waktu untuk mencermati detail biaya, suku bunga, tenor pembayaran, serta potensi denda keterlambatan yang mungkin timbul.
-
Disiplin membayar tepat waktu: Ini adalah kunci utama. Selalu bayar tagihan sesuai jadwal yang ditetapkan untuk menghindari denda dan, yang terpenting, menjaga riwayat kredit tetap positif di SLIK OJK.
(Putri Astrian Surahman)




