Trump umumkan AS akan blokade Selat Hormuz usai negosiasi dengan Iran buntu

Hikma Lia


Pengumuman mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa AS akan segera menerapkan blokade militer di Selat Hormuz. Keputusan tegas ini diambil menyusul kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan yang berakhir tanpa kesepakatan. Langkah drastis ini diperkirakan akan memupuskan harapan untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan, pasca-pembicaraan damai di Islamabad yang berujung kebuntuan.

Advertisements

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menegaskan niatnya, “Mulai sekarang, Angkatan Laut AS, yang terbaik di dunia, akan memulai proses BLOKADE semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.” Pernyataan yang dikutip dari CNBC pada Minggu (12/4) itu menggarisbawahi tekad AS untuk mengendalikan jalur strategis tersebut. Trump beralasan bahwa blokade tersebut merupakan respons terhadap upaya Iran untuk menguasai Selat Hormuz dan memanfaatkannya demi keuntungan ekonomi. Ia dengan lantang menambahkan, “INI ADALAH PEMERASAN DUNIA, dan para pemimpin negara, terutama Amerika Serikat, tidak akan pernah diperas.”

Keputusan blokade ini adalah puncak dari negosiasi intens selama 14 jam di Islamabad yang gagal mencapai titik temu. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, turut membenarkan bahwa kedua negara belum menemukan kesepakatan. Dalam konferensi pers di Islamabad yang dikutip dari The Guardian pada Minggu (12/4), Vance menyatakan, “Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan,” seraya menambahkan bahwa Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS.

Sebelum pengumuman blokade, ketegangan di Selat Hormuz telah meningkat. Dua kapal perang AS dilaporkan telah melintasi selat tersebut, menandai transit pertama kapal militer AS sejak konflik dengan Iran meletus pada akhir Februari lalu. Kejadian ini memberikan sinyal awal mengenai niat AS untuk menegaskan dominasinya di jalur laut vital tersebut.

Advertisements

Presiden Trump juga menegaskan bahwa Washington telah memulai proses “pembersihan” jalur laut strategis itu. Laporan dari The Wall Street Journal (WSJ), mengutip tiga pejabat Amerika Serikat, menyebutkan bahwa dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS berhasil melewati selat itu tanpa kendala berarti. Sementara itu, media AS lainnya, Axios, melaporkan bahwa operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan otoritas di Iran, menunjukkan semakin meruncingnya gesekan bilateral. Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump menyatakan bahwa tindakan “pembersihan” Selat Hormuz ini adalah bentuk “bantuan” bagi negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Prancis, yang menurutnya tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan hal serupa.

Advertisements

Also Read

Tags