Matahari Department (LPPF) tebar dividen Rp 250 per saham, intip jadwal lengkapnya

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp 556.819.820.000 atau Rp 556,81 miliar.

Advertisements

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (16/4/2026), LPPF berencana membagi dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 April 2026.

“Dividen per saham yang sudah ditentukan ialah Rp 556,81 miliar. Dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 250 per saham,” kata manajemen, Kamis (16/4/2026).

Pemegang Saham Matahari Department (LPPF) Sepakati Perubahan Nama Perusahaan

Advertisements

Berikut jadwal pembagian dividen LPPF:

Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 April 2026

Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 24 April 2026

Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai : 27 April 2026

Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai : 28 April 2026

Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas dividen tunai: 27 April 2026

Tanggal Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026

Selain itu, perusahaan juga melaporkan data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen, antara lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 725.378.570.045, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 3.849.259.516.805 dan total ekuitas Rp 272.904.615.856.

Matahari Putra (MPPA) Akan Rights Issue 24 Miliar Saham Baru, Ini Peruntukan Dananya

Sebagai informasi, LPPF melaporkan kinerja keuangan yang terkoreksi sepanjang 2025, baik dari sisi top line maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (24/3/2026), sepanjang 2025, emiten ritel fesyen ini membukukan pendapatan bersih yang turun 9,6% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,78 triliun dari Rp 6,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari bottom line, laba bersih perseroan juga turun 12,4% yoy dari Rp 827,7 miliar menjadi Rp 725,4 miliar pada 2025. Begitu juga dengan margin laba bersih (net profit margin) yang turun tipis 2,4% yoy ke Rp 6,6 miliar dari Rp 6,7 miliar.

Matahari Putra (MPPA) Beli 6 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp 780 Miliar

Advertisements

Also Read

Tags