BCA bakal rutin tebar dividen interim tiap kuartal mulai tahun ini

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengambil langkah progresif dengan meningkatkan frekuensi pembagian dividen interim menjadi tiga kali dalam setahun, sebuah kebijakan yang akan mulai berlaku efektif pada tahun buku 2026. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dari praktik sebelumnya yang hanya dilakukan sekali setahun.

Advertisements

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menjelaskan bahwa skema pembagian dividen interim akan dilakukan secara per kuartal, dimulai pada kuartal II/2026 untuk tahun buku 2026. “Biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Mulai tahun ini, kita akan lakukan setiap kuartalan, akan mulai dari kuartal kedua, kuartal ketiga, dan kuartal keempat. Jadi ada tiga kali dividen interim,” ujar Vera dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal I/2026 yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (23/4/2026).

Meskipun demikian, Vera menambahkan bahwa besaran dividen interim yang akan dibagikan kepada para pemegang saham BCA masih belum dapat diumumkan secara rinci. “Jadi itu belum kita putuskan, tapi itu adalah sebuah rencana kita, rencana kerja juga untuk tahun ini,” jelasnya. Rencana ini menunjukkan komitmen BCA untuk memberikan nilai lebih kepada investor secara lebih sering.

Rencana strategis terkait pembagian dividen interim ini sebenarnya telah disampaikan sebelumnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar pada Kamis (12/3/2026). Kala itu, Bank Central Asia telah memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan pembagian dividen interim sebanyak tiga kali untuk tahun buku 2026. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi keuangan perseroan yang memungkinkan.

Advertisements

Vera menegaskan kembali di RUPST tersebut, “Sebagai informasi tambahan untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim 3 kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan mendapatkan persetujuan dari jajaran direksi dan dewan komisaris.

Untuk tahun buku 2025, Bank Central Asia telah memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp41,30 triliun, yang setara dengan Rp336 per saham. Dari jumlah tersebut, perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim senilai Rp6,77 triliun pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp281 per saham atau total Rp34,5 triliun telah dibagikan kepada pemegang saham.

“Dapat kami sampaikan bahwa dividen tunai untuk tahun buku 2025 setara dengan dividend payout ratio yang sebesar 72%, yang lebih tinggi dari dividend payout ratio tahun sebelumnya, yaitu 67,4%. Sisa dari laba tahun 2025 tidak ditentukan penggunaannya, ditetapkan sebagai laba ditahan,” terang Vera, menyoroti peningkatan rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham. Kenaikan ini mencerminkan kinerja keuangan yang kuat dan prospek positif. Sepanjang tahun 2025, BCA berhasil mencatatkan laba konsolidasian senilai Rp57,56 triliun, meningkat 4,94% secara tahunan (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,85 triliun. Kinerja solid inilah yang menjadi landasan bagi kebijakan pembagian dividen yang lebih sering di masa mendatang.

Advertisements

Also Read