
BANYU POS – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan Senin (4/5/2026) dengan kinerja positif, menguat signifikan sebesar 15,14 poin atau setara 0,22%, dan parkir di level 6.971,95.
Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cukup beragam. Tercatat, sebanyak 327 saham berhasil melaju ke zona hijau, sementara 357 saham lainnya harus tergelincir, dan 134 saham memilih untuk stagnan di posisinya.
Pergerakan indeks sektoral juga mencerminkan sentimen pasar yang bervariasi. Hanya empat indeks sektoral yang mampu bertahan di area positif, menandakan kekuatan pada sektor-sektor tertentu. Di sisi lain, mayoritas atau tujuh indeks sektoral lainnya justru harus mengakui tekanan jual dan berakhir di zona merah.
Sektor-sektor yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG antara lain adalah sektor barang konsumen siklikal, yang mencatat kenaikan paling impresif sebesar 2,53%. Disusul oleh sektor barang konsumen non siklikal dengan penguatan 1,53%, dan sektor infrastruktur yang tidak kalah tangguh dengan kenaikan 0,96%.
IHSG Menguat 0,17% ke 6.968 di Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: AMRT, SCMA, ADMR
Sebaliknya, beberapa sektor menghadapi tekanan jual yang cukup dalam. Sektor Kesehatan memimpin daftar pelemahan dengan penurunan 1,63%. Disusul oleh sektor teknologi yang terkoreksi 1,56%, serta sektor transportasi yang juga menunjukkan pelemahan sebesar 1,52%.
Total volume perdagangan saham di lantai bursa hari ini mencapai angka fantastis 59,58 miliar saham. Aktivitas transaksi tersebut juga menghasilkan nilai perdagangan yang tidak kalah besar, mencapai Rp 20,73 triliun, menunjukkan minat investor yang tetap tinggi terhadap pasar modal.
Dalam jajaran indeks LQ45, beberapa saham mencatatkan kinerja cemerlang sebagai top gainers, di antaranya:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan kenaikan impresif 7,95%.
- PT Mitra adiperkasa Tbk (MAPI) yang melesat 6,58%.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan penguatan 6,05%.
Namun, tidak semua saham di LQ45 bernasib sama. Beberapa saham harus menanggung tekanan jual yang signifikan dan masuk dalam daftar top losers, yaitu:
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terkoreksi -5,56%.
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan penurunan -5,39%.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah -4,17%.




