
BANYU POS JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut pada awal pekan bulan Mei 2026 ini, menunjukkan resiliensi pasar di tengah dinamika global.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses melalui RTI, IHSG menutup perdagangan hari Rabu, 6 Mei 2026, dengan kenaikan signifikan sebesar 0,50%. Penguatan ini menambah 35,36 poin, membawa indeks ke level 7.092,46. Sepanjang hari perdagangan, IHSG konsisten bergerak di zona hijau, mencatat level terendah pada 7.049 dan mencapai puncaknya di 7.127.
Aktivitas perdagangan di BEI pada hari Rabu terpantau cukup ramai, dengan total volume saham yang ditransaksikan mencapai 37,07 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang tercipta pun tidak kalah impresif, menyentuh angka Rp 17,71 triliun.
Sebanyak 341 saham tercatat mengalami penguatan, berperan besar dalam mendorong laju IHSG ke atas. Di sisi lain, 290 saham harus terkoreksi, sementara 186 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti.
Meski IHSG menunjukkan performa positif, sentimen investor asing justru berbeda. Mereka kembali membukukan penjualan bersih (net sell) yang cukup besar, mencapai Rp 482,06 miliar di seluruh pasar. Fenomena ini menunjukkan adanya selektivitas yang ketat dari investor global dalam memilih aset investasi di pasar modal Indonesia.
Namun demikian, di balik aksi jual bersih tersebut, investor asing juga terlihat aktif mengakumulasi beberapa saham unggulan. Sejumlah emiten berhasil menarik minat beli signifikan dari investor asing, terutama di tengah reli tiga hari yang dialami IHSG. Berikut adalah 10 saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada hari Rabu:
1. PT Timah Tbk (TINS) Rp 87,16 miliar
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 71,73 miliar
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 53,84 miliar
4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 38,25 miliar
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 31,11 miliar
6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 30,24 miliar
7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 29,94 miliar
8. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 27,36 miliar
9. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 18,14 miliar
10. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 16,41 miliar
TINS Chart by TradingView




