IHSG ditutup melemah 1,85% di perdagangan Senin (18/5), bos BEI bilang begini

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (18/5/2026) dengan penurunan signifikan, melemah 124,08 poin atau 1,85% ke level 6.599,24. Pelemahan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih diselimuti ketidakpastian tinggi.

Advertisements

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa gejolak di pasar saham hari ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor. Salah satunya adalah ketidakpastian yang masih membayangi pasar global. Selain itu, pasar saham Indonesia sempat libur pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026) pekan lalu. Selama periode libur tersebut, bursa saham Asia justru mengalami koreksi tajam.

Menurut Jeffrey, koreksi yang terjadi di pasar Asia selama dua hari tersebut tercermin pada pergerakan IHSG Senin ini. Ditambah lagi, tekanan lanjutan dari koreksi pasar global turut memperparah kondisi. “Saya rasa ini masih sejalan dengan pasar global, namun memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi,” tegas Jeffrey di gedung BEI. Oleh karena itu, ia terus-menerus mengingatkan investor untuk selalu memperhatikan fundamental perusahaan, tidak panik, menganalisis secara cermat, dan mengatur strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing, mengingat kondisi pasar yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.

Menanggapi isu arus keluar dana investor asing dari pasar saham domestik, Jeffrey mengungkapkan bahwa BEI terus melakukan berbagai upaya serius untuk mempertahankan dan menarik minat investor asing agar tetap menanamkan modal serta berpartisipasi dalam jangka panjang di pasar Indonesia. Di sisi lain, kekuatan pasar modal Indonesia juga semakin ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor ritel. Hingga Rabu pekan lalu, jumlah investor pasar modal telah menembus angka impresif 27 juta investor. Ke depan, diharapkan partisipasi investor institusi domestik juga dapat terus meningkat.

Advertisements

“Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam dan likuid. Itu yang kita harapkan,” imbuhnya. Jeffrey menekankan bahwa upaya-upaya yang dilakukan BEI saat ini merupakan langkah serius untuk perbaikan jangka panjang pasar modal Indonesia. Sebagai gambaran, pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026), hanya 125 saham yang berhasil menguat, sementara 616 saham melemah, dan 79 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak menunjukkan pelemahan, seiring dengan koreksi yang dialami IHSG. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 6,20%, diikuti sektor barang baku yang anjlok 5,17%, dan sektor perindustrian yang terkoreksi 3,24%.

Advertisements

Also Read

Tags