Transaksi BI-FAST KB Bank Melonjak 40% hingga April 2026

Hikma Lia

JAKARTA – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan kinerja impresif dalam layanan digital sepanjang empat bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan positif ini terlihat dari tingginya volume dan nilai transaksi BI-FAST yang berhasil dicapai perseroan, sejalan dengan tren adopsi layanan perbankan digital yang semakin masif di Indonesia.

Advertisements

Merujuk pada data Bank Indonesia (BI), total volume transaksi ritel BI-FAST secara nasional menyentuh angka 1,89 miliar hingga April 2026, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 35 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, nilai transaksinya tercatat mencapai Rp 4.738 triliun atau naik 32 persen secara tahunan.

Ekonom: Transmisi Kenaikan BI Rate ke Bunga Kredit Butuh Waktu 3–6 Bulan

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengungkapkan bahwa performa KB Bank bahkan mampu melampaui rata-rata industri. Selama periode yang sama, volume dan nilai transaksi BI-FAST di KB Bank tumbuh di kisaran 40 persen YoY. Kunardy menyebut bahwa tren positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan nasabah terhadap ekosistem digital perusahaan.

Advertisements

Menurut Kunardy, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi digital, baik di segmen ritel maupun korporasi. Nasabah kini semakin memprioritaskan BI-FAST sebagai metode transfer pilihan berkat keamanan, kecepatan, dan efisiensi biaya yang ditawarkan.

BCA Masih Kaji Penyesuaian Bunga KPR Meski BI Rate Naik 50 Bps Jadi 5,25%

Saat ini, KB Bank tengah memfokuskan strategi untuk memperluas basis pengguna aktif melalui aplikasi mobile banking andalan mereka, KBstar. Sebagai bentuk insentif, KB Bank menyediakan program bebas biaya administrasi untuk transaksi BI-FAST bagi nasabah ritel.

“Kebijakan bebas biaya ini adalah langkah strategis jangka panjang kami untuk meningkatkan penetrasi pengguna aktif sekaligus memperkuat loyalitas nasabah dalam ekosistem digital KB Bank,” jelas Kunardy, Minggu (24/5/2026). Ia juga optimistis bahwa pertumbuhan jumlah nasabah aktif akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis komisi atau fee based income dari layanan digital lainnya.

OJK Beberkan Perkembangan Terbaru Pembentukan National Fraud Portal di IASC

Menatap sisa tahun 2026, KB Bank tetap memasang target optimis. Selain memperkuat segmen ritel, perseroan kini mulai menyasar segmen wholesale melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan fintech dan nasabah korporasi.

Langkah ekspansi tersebut didukung dengan penguatan kapabilitas Application Programming Interface (API) sesuai standardisasi Standar Nasional Open API Pembayaran. Dengan standar tersebut, integrasi layanan BI-FAST dapat berjalan secara real time dan lebih mulus bagi mitra korporasi.

“Pembaruan dan standardisasi API ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak volume transaksi dan kinerja digital banking KB Bank secara keseluruhan hingga akhir tahun ini,” pungkas Kunardy.

Ringkasan

KB Bank mencatatkan pertumbuhan volume dan nilai transaksi BI-FAST sebesar 40 persen secara tahunan hingga April 2026, melampaui rata-rata pertumbuhan industri nasional. Kenaikan kinerja ini didorong oleh tingginya kepercayaan nasabah terhadap ekosistem digital perusahaan, serta kemudahan dan efisiensi biaya yang ditawarkan melalui metode transfer BI-FAST.

Untuk memperkuat penetrasi pengguna aktif, KB Bank memberikan program bebas biaya administrasi BI-FAST melalui aplikasi mobile banking KBstar. Perseroan juga terus berupaya memperluas basis nasabah dengan menyasar segmen wholesale melalui penguatan kapabilitas API yang terstandarisasi untuk mendukung integrasi layanan yang lebih optimal hingga akhir tahun 2026.

Advertisements

Also Read

Tags