BANYU POS JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) telah mengumumkan keputusan penting dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan baru-baru ini. Para pemegang saham menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterima, RUPST yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, menetapkan dividen tunai sebesar Rp20 per lembar saham. Angka ini berasal dari total keuntungan perseroan yang mencapai Rp3,66 triliun sepanjang tahun 2025. Manajemen Kalbe Farma menegaskan bahwa sisa laba bersih yang dibukukan oleh KLBF akan dialokasikan sebagai laba ditahan perseroan untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi di masa mendatang.
Meskipun PT Kalbe Farma Tbk. membukukan kinerja keuangan yang solid, keputusan pembagian dividen sebesar Rp20 per saham ini menarik perhatian. Melansir laman Pasar Dana, nilai dividen tunai ini menjadi yang terkecil dalam lima tahun terakhir. Sejak tahun buku 2020, KLBF secara konsisten membagikan dividen di atas level Rp25 per saham. Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2020, dividen yang dibagikan mencapai Rp28 per saham dan meningkat signifikan menjadi Rp35 per saham pada tahun buku 2021. Bahkan, selama periode tahun buku 2021 hingga 2024, KLBF tetap mempertahankan pembagian dividen di atas Rp30 per saham. Pembagian dividen senilai Rp20 per saham terakhir kali dilakukan oleh KLBF pada tahun buku 2015, di mana saat itu perseroan membagikan dividen senilai Rp19 per saham.
Ironisnya, keputusan dividen yang relatif lebih rendah ini hadir di tengah kinerja finansial Kalbe Farma yang cemerlang sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp35,32 triliun, menunjukkan kenaikan 8,26% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan pendapatan Rp32,62 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KLBF juga mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp3,66 triliun. Angka ini juga tumbuh impresif sebesar 13,09% YoY dibandingkan dengan Rp3,24 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Selain keputusan dividen, RUPST PT Kalbe Farma Tbk. juga merombak jajaran direksi dan komisaris. Perubahan signifikan terjadi dengan tidak lagi menjabatnya Sie Djohan sebagai anggota direksi.
Berikut adalah susunan jajaran direksi dan komisaris KLBF terbaru:
- Presiden Direktur: Bernadette Ruth Irawati Setiady
- Direktur: Mulialie
- Direktur: Jos Iwan Atmadjaja
- Direktur: Kartika Setiabudy
- Presiden Komisaris: Ronny Hadiana
- Komisaris: Santoso Oen
- Komisaris: Ferdinand Aryanto
- Komisaris Independen: Herijanto Irawan
- Komisaris Independen: Sidharta Utama
Ringkasan
PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar atau Rp20 per lembar saham dari laba bersih tahun buku 2025. Total laba bersih perseroan mencapai Rp3,66 triliun, di mana sisa keuntungan akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi perusahaan di masa mendatang. Keputusan ini secara resmi ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026.
Meskipun kinerja keuangan tumbuh solid dengan kenaikan laba bersih sebesar 13,09%, nilai dividen per saham kali ini tercatat sebagai yang terkecil dalam lima tahun terakhir. Selain menetapkan dividen, RUPST juga melakukan perombakan manajemen dengan menunjuk Bernadette Ruth Irawati Setiady sebagai Presiden Direktur baru. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp35,32 triliun pada 2025, meningkat 8,26% dibandingkan tahun sebelumnya.




