
BANYU POS JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pertama siang ini di zona merah, setelah sempat menunjukkan penguatan di awal pembukaan. Performa IHSG ini memberikan sinyal tekanan signifikan bagi pasar modal domestik.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun via RTI, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat melemah sebesar 0,91% atau terpangkas 56,66 poin. Dengan demikian, IHSG parkir di level 6.149,68 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (26/5/2026).
Pelemahan IHSG ini tidak terlepas dari tekanan yang dialami oleh mayoritas indeks sektoral di BEI. Sektor-sektor yang paling terpuruk antara lain perindustrian yang anjlok 2,08%, diikuti oleh barang konsumer primer dengan penurunan 1,72%, serta barang konsumer non primer yang terkoreksi 1,35%. Sektor keuangan juga tak luput dari koreksi sebesar 1,19%, sementara properti dan real estate serta teknologi masing-masing melemah 1,11% dan 0,37%. Sektor energi pun turut mengalami penurunan tipis 0,34%.
Selain itu, sektor barang baku ikut melemah 0,07% dan infrastruktur terkoreksi 0,02%. Di tengah dominasi merah, hanya dua sektor yang berhasil mencatat penguatan, yakni sektor kesehatan yang naik 0,15% dan transportasi yang stagnan dengan perubahan 0,00%, memberikan sedikit harapan di tengah sentimen negatif pasar.
Aktivitas perdagangan saham di BEI pada sesi siang ini menunjukkan volume transaksi yang cukup tinggi, mencapai 15,32 miliar saham dengan nilai total sebesar Rp 9,12 triliun. Sayangnya, kondisi pasar didominasi oleh saham-saham yang melemah, dengan 396 saham turun dan menekan IHSG. Sementara itu, 253 saham berhasil menguat dan 169 saham lainnya terpantau stagnan.
IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5)
Di antara emiten-emiten papan atas yang tergabung dalam indeks LQ45, beberapa saham mengalami koreksi tajam dan masuk dalam daftar Top losers:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) anjlok 8,9% ke level Rp 1.180 per saham.
2. PT Astra International Tbk (ASII) melemah 5,4% menjadi Rp 5.300 per saham.
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkoreksi 4,4% menuju Rp 474 per saham.
AMRT Chart by TradingView
IHSG Berpeluang Menguat Selasa (26/5), Saham Bank Jadi Motor Saat Asing Net Sell
Di sisi lain, tidak semua saham bernasib sama. Beberapa emiten yang tergabung dalam LQ45 justru mampu mencatatkan penguatan signifikan dan menjadi Top gainers:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 9,1% ke level Rp 1.615 per saham.
2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 4,9% menjadi Rp 510 per saham.
3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 2,0% ke level Rp 4.490 per saham.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,91% atau 56,66 poin di level 6.149,68 pada sesi I, Selasa (26/5). Pelemahan ini dipicu oleh tekanan pada mayoritas sektor, terutama sektor perindustrian yang anjlok 2,08% dan barang konsumer primer yang turun 1,72%.
Di tengah kondisi pasar yang didominasi saham melemah, beberapa emiten LQ45 menjadi top losers seperti AMRT, ASII, dan MBMA. Sementara itu, BRPT, CUAN, dan CPIN tercatat sebagai top gainers.




