
JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan dengan menembus level 99,3 pada perdagangan Kamis (28/5). Pergerakan ini membawa indeks dolar menuju posisi tertinggi dalam tujuh pekan terakhir, yang didorong oleh ketegangan geopolitik menyusul laporan mengenai serangan baru AS terhadap fasilitas militer Iran. Konflik ini telah mengaburkan prospek perdamaian sekaligus memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait persistensi inflasi dan suku bunga tinggi.
Berdasarkan data dari Tradingeconomics pada Kamis (28/5), tensi antara kedua negara masih tetap tinggi. Berbagai isu krusial menjadi titik perselisihan, terutama desakan pemerintah Teheran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta langkah mereka dalam menjaga program nuklir yang selama ini menjadi sorotan dunia.
Di sisi lain, kebijakan moneter AS turut menjadi perhatian utama investor. Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menegaskan bahwa menurunkan angka inflasi tetap menjadi prioritas utama. Pernyataan tersebut didasari oleh kondisi harga konsumen yang masih bertahan di level tinggi, sementara pasar tenaga kerja AS terus menunjukkan ketahanan yang signifikan.
Saat ini, para investor tengah menanti rilis data indeks harga PCE sebagai indikator utama untuk memproyeksikan arah kebijakan suku bunga ke depan. Hingga saat ini, pasar masih menaruh ekspektasi sekitar 50% terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember mendatang.
Ringkasan
Indeks dolar AS mengalami penguatan hingga menembus level 99,3, yang merupakan posisi tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, serta kekhawatiran pasar terhadap persistensi inflasi yang tetap tinggi.
Selain faktor geopolitik, fokus investor saat ini tertuju pada kebijakan moneter Federal Reserve yang diprioritaskan untuk mengendalikan inflasi. Pelaku pasar kini menanti rilis data indeks harga PCE untuk menentukan arah suku bunga, dengan ekspektasi kenaikan sebesar 50% pada Desember mendatang.




