
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel, Sukuk Tabungan seri ST016, kini memasuki fase krusial. Investor hanya memiliki waktu tersisa enam hari sebelum masa penawaran resmi ditutup pada Rabu (3/6/2026).
Tingginya antusiasme masyarakat tercermin dari penyerapan kuota nasional yang hampir mencapai batas maksimal, terutama pada instrumen dengan tenor yang lebih singkat. Berdasarkan data mitra distribusi Bareksa per Kamis (28/5), penjualan ST016-T2 telah menyentuh angka 92,59% dari total kuota nasional. Sementara itu, untuk seri ST016-T4, kuota yang terserap telah mencapai 82,43%.
Sebagai informasi, pemerintah menghadirkan dua pilihan tenor dalam penerbitan ST016 ini, yaitu ST016-T2 dengan jangka waktu dua tahun dan ST016-T4 dengan tenor empat tahun. Kedua instrumen ini menawarkan skema kupon floating with floor, yang memberikan keuntungan bagi investor. Skema ini memastikan imbal hasil berpotensi meningkat mengikuti perubahan suku bunga acuan, namun tetap terlindungi agar tidak jatuh di bawah batas minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, menilai bahwa tenor pendek masih menjadi primadona bagi para investor di tengah ketidakpastian arah suku bunga global. “Menurut saya, kemungkinan kuota akan ditambah dengan melihat kebutuhan fiskal pemerintah serta tingginya animo masyarakat terhadap ST016 ini,” ungkap Ni Putu kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate menjadi 5,25% pada Rabu (20/5) memberikan sentimen positif yang signifikan terhadap penjualan ST016. Para investor kini menaruh harapan besar akan adanya penyesuaian kupon pada periode evaluasi berikutnya seiring dengan tren kenaikan suku bunga tersebut.
“Minat investor terhadap ST016 sangat baik. Kenaikan BI-Rate memicu ekspektasi penyesuaian bunga di masa depan, sehingga potensi imbal hasil ST016 dinilai lebih menarik,” jelasnya.
Di tengah tren kenaikan suku bunga, instrumen berbasis syariah seperti ST016 tetap menjadi pilihan investasi yang strategis. Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, produk ini juga dinilai relatif aman bagi profil risiko investor ritel karena seluruh nilai pokok dan kuponnya dijamin oleh undang-undang dan pemerintah.
Ringkasan
Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) seri ST016 akan berakhir dalam enam hari, yakni pada 3 Juni 2026. Antusiasme investor sangat tinggi, terbukti dengan penyerapan kuota nasional untuk seri ST016-T2 yang telah mencapai 92,59% dan seri ST016-T4 sebesar 82,43%.
Kenaikan suku bunga acuan BI-Rate menjadi 5,25% memberikan sentimen positif karena skema kupon floating with floor pada instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih menarik bagi investor. Selain aman karena dijamin oleh undang-undang, produk syariah ini dinilai strategis bagi investor ritel di tengah ketidakpastian ekonomi global.




