JAKARTA — Emiten afiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp745,72 miliar atau setara dengan Rp170 per saham.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 26 Mei 2026. Dividen ini bersumber dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 serta dukungan dari saldo laba ditahan perusahaan.
Corporate Secretary MPMX, Timothy Immanuel Hutapea, dalam keterbukaan informasi pada Kamis (28/5/2026) menegaskan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. “Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp745.725.789.470 atau Rp170 per lembar saham,” jelas Timothy.
Jadwal Pembagian Dividen MPMX
Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen, berikut adalah jadwal penting yang perlu diperhatikan:
Pasar Reguler dan Negosiasi:
- Cum Dividen: 8 Juni 2026
- Ex Dividen: 9 Juni 2026
Pasar Tunai:
- Cum Dividen: 10 Juni 2026
- Ex Dividen: 11 Juni 2026
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date ditetapkan pada 10 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran dividen tunai yang direncanakan pada 25 Juni 2026. Manajemen MPMX memastikan seluruh proses telah dikoordinasikan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek terkait. Perusahaan juga menegaskan bahwa pembagian dividen ini tidak akan mengganggu kondisi operasional maupun keberlangsungan usaha perseroan.
Tinjauan Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang tahun 2025, MPMX mencatatkan laba bersih sebesar Rp461,91 miliar. Dari total dividen yang dibagikan, sebanyak Rp451,89 miliar dialokasikan dari laba bersih tahun berjalan, sedangkan sisanya diambil dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyatakan bahwa 2025 merupakan periode yang menantang dengan dinamika operasional yang cukup tinggi. Laba bersih perseroan tercatat mengalami koreksi 19,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp572,28 miliar pada 2024. Sementara itu, pendapatan perseroan berada di angka Rp16,15 triliun, turun tipis 1,4 persen YoY dari Rp16,38 triliun pada tahun sebelumnya.
“Kami menghadapi berbagai tantangan makroekonomi, mulai dari tekanan daya beli masyarakat, suku bunga yang relatif tinggi, hingga moderasi pertumbuhan konsumsi domestik,” ujar Suwito pada Rabu (1/4/2026). Ia menambahkan bahwa perlambatan ini sangat terasa di sektor otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen.
Meski demikian, Suwito melihat tantangan tahun 2025 sebagai momentum bagi perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional, serta meningkatkan kemampuan adaptasi organisasi.
Secara rinci, segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, turun 2 persen YoY. Meski penjualan unit distribusi tercatat sebanyak 699.000 unit, bisnis suku cadang aftermarket justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,5 persen YoY. Di sisi lain, bisnis ritel melalui MPMotor mencatat penjualan 187.000 unit dengan lonjakan pendapatan dari suku cadang dan layanan perbaikan sebesar 24 persen YoY.
_____
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.
Ringkasan
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp745,72 miliar atau Rp170 per saham. Keputusan ini disahkan dalam RUPST pada 26 Mei 2026, dengan jadwal pembayaran yang direncanakan pada 25 Juni 2026. Bagi investor, tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 Juni 2026, sementara recording date ditetapkan pada 10 Juni 2026.
Pembagian dividen ini dilakukan meski perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp461,91 miliar sepanjang tahun 2025, yang mengalami koreksi 19,3 persen secara tahunan. Manajemen MPMX menjelaskan bahwa penurunan kinerja tersebut dipengaruhi oleh tantangan makroekonomi seperti tekanan daya beli dan suku bunga tinggi di sektor otomotif. Meski demikian, perusahaan tetap berkomitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham tanpa mengganggu keberlangsungan operasional bisnis.




