
JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat adanya tren kenaikan pada kupon obligasi sepanjang kuartal II-2026. Pergerakan ini sekaligus mengakhiri fase penurunan suku bunga obligasi yang sempat berlangsung selama tahun 2025 hingga awal 2026.
Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin, mengungkapkan bahwa rata-rata kupon obligasi berperingkat AAA dengan tenor satu tahun mengalami kenaikan dari 4,84% pada kuartal I-2026 menjadi 5,10% di kuartal II-2026. Tren serupa juga terlihat pada tenor tiga tahun, di mana rata-rata kupon meningkat dari 5,64% menjadi 5,95%.
“Kenaikan tersebut setara dengan 26 basis poin untuk tenor satu tahun dan 31 basis poin untuk tenor tiga tahun,” jelas Ahmad kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Realisasikan Seluruh Dana IPO untuk Percepat Tambang Emas Pani
Menurut Ahmad, dinamika pasar ini menunjukkan adanya penyesuaian harga terhadap kenaikan yield serta ekspektasi biaya dana yang lebih tinggi. Peningkatan kupon tersebut juga mencerminkan langkah strategis emiten untuk menjaga daya tarik obligasi baru di tengah ketersediaan instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif.
Kendati menunjukkan tren kenaikan, Ahmad menegaskan bahwa level kupon pada kuartal II-2026 sejatinya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi awal tahun 2025. Saat itu, suku bunga acuan masih berada di posisi yang relatif tinggi.
Sebagai perbandingan, pada kuartal I-2025, rata-rata kupon obligasi AAA tenor satu tahun berada di level 6,57%, sementara tenor tiga tahun berada di level 6,85%.
“Dengan demikian, kami menilai kenaikan kupon saat ini merupakan pembalikan dari titik terendah, bukan lonjakan yang melampaui level tahun lalu,” pungkas Ahmad.
Ringkasan
Pefindo mencatat kenaikan rata-rata kupon obligasi berperingkat AAA pada kuartal II-2026 setelah sebelumnya sempat mengalami tren penurunan. Kupon untuk tenor satu tahun naik sebesar 26 basis poin menjadi 5,10%, sedangkan tenor tiga tahun meningkat 31 basis poin menjadi 5,95%. Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian pasar terhadap kenaikan yield dan strategi emiten untuk menjaga daya tarik obligasi di tengah kompetisi instrumen investasi.
Meskipun terjadi peningkatan, tingkat kupon saat ini dinilai masih berada di bawah angka rata-rata pada awal tahun 2025. Pefindo menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan fase pembalikan dari titik terendah, bukan lonjakan drastis yang melampaui level tahun lalu. Kondisi ini mencerminkan dinamika penyesuaian biaya dana yang lebih tinggi di pasar obligasi saat ini.




