BANYU POS – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Rabu (15/7/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,13% secara harian ke Rp 18.068 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,19% secara harian ke Rp 18.064 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS, didukung oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Tercatat, Indeks harga konsumen (CPI) AS turun 0,4% pada Juni, menjadi penurunan bulanan pertama sejak pandemi Covid-19.
Sementara itu, inflasi inti tahunan melambat menjadi 2,6%, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,8%. Data tersebut memicu menurunnya ekspektasi pada The Fed untuk menaikkan suku bunga.
IHSG Ditutup Naik Tipis 0,04% ke 6.041,9 Rabu (15/7), Top Gainers: ESSA, ANTM, AMMN
“Rupiah juga masih didukung oleh dipertahankannya kredit rating Indonesia oleh S&P. Penguatan terbatasi oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah dan naiknya harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).
Adapun, untuk besok (16/7/2026), Lukman menyebut bahwa investor akan kembali menantikan data inflasi tingkat produsen di AS atau Producer Price Index (PPI).
Apabila data PPI juga di bawah ekspektasi, maka akan bisa kembali mendukung rupiah. Lukman memproyeksikan, rupiah Kamis (16/7/2026) bergerak dikisaran Rp 18.000 – Rp 18.100 per dolar AS.




