KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil dan ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7/2026).
IHSG terkoreksi 0,09% ke 6.334,48 pada penutupan perdagangan, seiring aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG hari ini memang cenderung fluktuatif dan sesuai dengan proyeksi teknikal sebelumnya.
“Pergerakan IHSG hari ini cenderung bergerak volatile dan ditutup terkoreksi tipis 0,09%,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).
Saham Dian Swastika (DSSA) Dalam Radar Usai Akuisisi BMT Bernilai Rp 8,54 Triliun
Ia menambahkan, meskipun terkoreksi, IHSG masih memiliki peluang penguatan dalam jangka pendek.
Dari sisi sentimen, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% turut mempengaruhi pergerakan pasar.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta aksi profit taking juga menjadi faktor penekan IHSG.
“IHSG juga dipengaruhi oleh adanya aksi profit taking setelah beberapa hari menguat cukup signifikan,” jelasnya.
Untuk perdagangan Kamis (23/7/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami tekanan.
“Kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support di 6.282 dan resistance di 6.355,” katanya.
Menurutnya, potensi lanjutan aksi profit taking masih akan membayangi pergerakan IHSG. Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan emas dunia.
CUAN Chart by TradingView
Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor.
Di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada kisaran Rp 9.300-Rp 9.525, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di rentang Rp 815-Rp 915, serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada kisaran Rp 2.480-Rp 2.570 per saham.




