Profil Sudaryono pengganti Nanik S Deyang sebagai kepala BGN yang baru

Hikma Lia

Bagaimana profil Sudaryono pengganti Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional? Pergantian pimpinan ini dilakukan setelah Nanik mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin fokus menjalani pengobatan.   Penunjukan Sudaryono diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Publik pun mulai mencari informasi mengenai rekam jejak dan latar belakang pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian tersebut.   Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, Sudaryono juga dikenal aktif di bidang pertanian dan ketahanan pangan, yang dinilai relevan dengan tugas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung penyediaan gizi masyarakat.   Profil Sudaryono Pengganti Nanik S Deyang Profil Sudaryono (Katadata)   Profil Sudaryono pengganti Nanik S Deyang menunjukkan sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertanian dan pemerintahan. Sudaryono lahir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia berasal dari keluarga petani dan menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri sebelum meniti karier di sektor publik maupun politik. Berikut profil Sudaryono selengkapnya:   1. Riwayat Pendidikan   • SMA Taruna Nusantara, Magelang (2000–2003)   Sudaryono menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, salah satu sekolah berasrama yang dikenal mencetak banyak pemimpin di Indonesia. Selama menempuh pendidikan di sekolah ini, ia mendapatkan pembinaan akademik, kepemimpinan, dan kedisiplinan.   • National Defense Academy of Japan (2004)   Setelah lulus SMA, Sudaryono melanjutkan studi ke National Defense Academy of Japan. Sebelum memulai perkuliahan, ia mengikuti program intensif bahasa Jepang selama sekitar satu tahun. Di perguruan tinggi tersebut, ia menempuh pendidikan di bidang teknik (Engineering) dan meraih gelar Bachelor of Engineering (B.Eng.).   • Swiss German University (SGU)   Sekembalinya ke Indonesia, Sudaryono melanjutkan pendidikan pascasarjana di Swiss German University dengan mengambil program Magister Bisnis Administrasi (Master of Business Administration/MBA). Pendidikan ini memperkuat kompetensinya di bidang manajemen, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi.   • Institut Pertanian Bogor (IPB University)   Sudaryono kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di IPB University. Program doktor ini memperdalam pengetahuannya mengenai sektor pertanian dan pembangunan, bidang yang kemudian menjadi fokus utama dalam kariernya sebagai Wakil Menteri Pertanian hingga dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).   2. Perjalanan Karier Sudaryono   Sudaryono mengawali karier profesionalnya dengan aktif di sektor bisnis dan organisasi yang berkaitan dengan pertanian. Berasal dari keluarga petani di Grobogan, Jawa Tengah, ia dikenal memiliki perhatian besar terhadap isu ketahanan pangan dan pemberdayaan petani. Pengalaman tersebut membawanya terlibat dalam berbagai organisasi pertanian hingga akhirnya masuk ke dunia politik.    Karier politik Sudaryono semakin menonjol setelah bergabung dengan Partai Gerindra. Ia dipercaya memegang sejumlah posisi strategis di partai, termasuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), yang memperkuat pengalamannya dalam pengelolaan sektor pangan dan pertanian nasional.    Di luar karier politik dan pemerintahan, Sudaryono juga dikenal sebagai pengusaha. Dia menjalankan banyak bisnis di bidang media, teknologi, dan kesehatan. Ia merupakan CEO Garuda TV, CEO PT Nusantara Telematics System, CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma, serta chairman PT Boga Halal Nusantara yang bergerak di sektor pangan, seperti daging sapi, daging kambing, telur ayam, dan ikan.   Pada 18 Juli 2024, Presiden Joko Widodo melantik Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Dalam jabatan tersebut, ia mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjalankan berbagai program strategis, seperti peningkatan produksi pangan, percepatan swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta penguatan kesejahteraan petani.    Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sudaryono tetap fokus mengawal kebijakan ketahanan pangan nasional. Ia aktif mendorong kolaborasi dengan organisasi petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan.    Pada 22 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk dan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.    Sebagai Kepala BGN, Sudaryono bertanggung jawab memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat lainnya. Usai dilantik, Sudaryono menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dan berkomitmen bekerja maksimal untuk memastikan program berjalan efektif di seluruh Indonesia.   Pofil Sudaryono pengganti Nanik S Deyang menunjukkan bahwa ia memiliki pengalaman di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan pemerintahan yang menjadi modal penting untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Dengan penunjukan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto, Sudaryono diharapkan mampu melanjutkan, serta meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menjawab berbagai tantangan dalam penyelenggaraan program gizi nasional.

Advertisements
Advertisements

Also Read

Tags