BANYU POS JAKARTA. Usai lepas dari suspensi, saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melesat tinggi. Saham pemilik merek Elzatta ini ditutup naik sebesar 34% di Rp 67 per saham pada Rabu (22/7/2026).
Jika ditengok secara fundamental kinerja per kuartal I tahun 2026, emiten berkode saham ZATA ini cenderung meningkat. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang belum diaudit, ZATA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 74,19 miliar hingga 31 Maret 2026. Realisasi tersebut meningkat 10,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 67,30 miliar.
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh penjualan segmen pakaian yang masih menjadi kontributor utama bisnis.
Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat 8,33% secara tahunan menjadi Rp 38,83 miliar. Namun, laju kenaikan beban yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan membuat laba bruto meningkat 12,43% menjadi Rp 35,36 miliar, dibandingkan Rp31,45 miliar pada kuartal I-2025.
BRI Danareksa Rekomendasikan Buy Saham BUMI, ZATA, TOBA Rabu (15/4), Cek Alasannya
Kinerja operasional emiten ritel fesyen muslim merek Dauky juga menunjukkan perbaikan. Laba usaha tercatat melonjak 29,41% menjadi Rp 12,05 miliar. Pencapaian tersebut diraih meski beban penjualan naik 28,18% menjadi Rp 6,51 miliar seiring meningkatnya aktivitas pemasaran.
Di sisi lain, ZATA berhasil menekan beban umum dan administrasi sebesar 6,34% menjadi Rp 16,10 miliar, sementara beban keuangan turun 8,23% menjadi Rp 3,06 miliar.
Efisiensi tersebut turut menopang kinerja laba bersih. Hingga akhir Maret 2026, ZATA membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 8,02 miliar atau tumbuh 33,70% dibandingkan Rp 6 miliar pada kuartal I-2025.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik dengan persentase yang sama menjadi Rp 8,02 miliar.
Dari sisi neraca, total aset ZATA meningkat 1,65% menjadi Rp 590,19 miliar per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp 580,58 miliar pada akhir Desember 2025.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada posisi kas dan bank yang melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp 31,62 miliar dari Rp 7,59 miliar pada akhir tahun lalu, atau naik 316,46%.
Sementara itu, total liabilitas naik tipis 0,72% menjadi Rp 222,53 miliar. Adapun total ekuitas meningkat 2,23% menjadi Rp 367,66 miliar dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 359,64 miliar.
Masih punya sisa dana IPO Rp 65 miliar
Dalam keterbukaan informasi terbaru pada 15 Juli 2026, ZATA masih memiliki penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) sebesar Rp 65,64 miliar atau memiliki 39,6% yang belum digunakan.
Bersama Zatta (ZATA) Jual Aset Rp 75 Miliar Tapi Berpotensi Catat Rugi Rp 78 Miliar
Sekedar informasi, ZATA mengantongi dana IPO dari hasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2022 sebesar Rp 170 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp 4,25 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp 165,75 miliar.
Biaya penawaran umum tersebut meliputi jasa penjamin pelaksana emisi, profesi penunjang pasar modal, biro administrasi efek, serta biaya pencatatan saham, perizinan, percetakan, dan publikasi.
Wakil Direktur Utama ZATA Ronny Soleh Pahlevi dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, hingga akhir Juni 2026, ZATA telah merealisasikan penggunaan dana sebesar sekitar Rp 100,1 miliar atau sekitar 60,4% dari total dana bersih IPO.
Porsi terbesar dana yang telah digunakan dialokasikan untuk modal kerja anak usaha sebesar Rp 63,83 miliar atau sekitar 39% dari total dana IPO, sedikit di bawah rencana awal sebesar Rp 64,33 miliar.
Selanjutnya, ZATA telah menggunakan Rp 22,72 miliar untuk pelunasan utang bank. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan alokasi awal yang direncanakan sebesar Rp 22,22 miliar.
Sementara itu, penyerapan dana untuk ekspansi jaringan toko masih relatif rendah. Realisasi penggunaan dana untuk sewa toko baru mencapai Rp 7,51 miliar dari rencana awal Rp 49,5 miliar. Adapun dana untuk renovasi toko terealisasi sebesar Rp 6,05 miliar, jauh di bawah alokasi awal sebesar Rp 29,7 miliar.
Dengan demikian, dana yang belum terserap hingga pertengahan tahun masih mencapai Rp 65,65 miliar.
Dalam laporannya, ZATA menyebut sisa dana hasil IPO tersebut ditempatkan pada pos piutang nonusaha sambil menunggu realisasi penggunaan sesuai rencana pengembangan usaha.
Pemegang Saham Zatta (ZATA) Restui Penjualan Aset Demi Kurangi Utang




