Penjualan ORI030 hampir habis, imbal hasil tinggi jadi daya tarik

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat investor terhadap Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menunjukkan tren yang kuat menjelang berakhirnya masa penawaran pada 30 Juli 2026. 

Advertisements

Berdasarkan data kuota nasional terbaru per Kamis (23/7) pukul 14.00 WIB, alokasi yang masih tersedia untuk kedua seri ORI030 tersisa sedikit. Untuk ORI030-T3, kuota nasional yang tersisa kini hanya 1,1% atau senilai Rp 349,995 miliar. Adapun ORI030-T6 masih menyisakan kuota 7,9% atau sekitar Rp 431,861 miliar.

Seperti diketahui, instrumen ini menawarkan kupon tetap sebesar 6,90% untuk tenor tiga tahun dan 7,00% untuk tenor enam tahun.

Advertisements

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mengatakan, imbal hasil yang ditawarkan pada seri ORI kali ini sangat menarik karena merupakan SBN dengan imbal hasil tertinggi sejak 2020 dan merupakan seri ORI tertinggi sejak 2019 untuk ORI030-T3. 

“Selain itu, volatilitas market sebelum ORI ditawarkan mungkin turut meningkatkan minat terhadap asset yang low-risk sehingga antisipasi sudah terbangun sebelumnya,” kata William kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).

BEI Tetapkan Status UMA pada Saham Maha Properti (MPRO)

William juga menyampaikan, pada aplikasi Bibit sendiri tenor yang lebih pendek atau 3 tahun lebih diminati. Alasannya karena faktor likuiditas tetap menjadi pertimbangan yang penting, sehingga tenor 6 tahun jadi kalah menarik.

Secara terpisah, Chief Operating Officer (COO) Bareksa Ni Putu Kurniasari mengungkapkan, penjualan ORI030 berlangsung cukup cepat. Salah satu faktor yang mendukung tingginya minat investor adalah tingkat suku bunga yang saat ini berada pada level lebih tinggi dibandingkan periode ketika suku bunga berada di level rendah.

“Jadi menarik minat yang tinggi dari masyarakat,” ungkap Putu.

Putu menambahkan, pola penjualan ORI030 juga tidak jauh berbeda dengan penerbitan ORI pada periode sebelumnya. Seri dengan tenor lebih pendek umumnya lebih cepat terserap dibandingkan tenor yang lebih panjang.

Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik ORI sebagai instrumen investasi yang menyasar investor ritel, bukan investor institusi. Dengan begitu, pilihan tenor cenderung disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing investor.

Selain tingkat imbal hasil yang tinggi, kondisi pasar keuangan global yang masih diwarnai volatilitas turut menjadi faktor pendukung meningkatnya minat terhadap ORI030. Di tengah ketidakpastian pasar, investor cenderung mencari instrumen yang memiliki risiko relatif lebih rendah dan menawarkan pendapatan yang lebih stabil.

Putu menyebut, kombinasi antara kupon yang menarik dan karakteristik ORI sebagai instrumen investasi yang relatif aman membuat ORI030 menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi investor.

BEI Suspensi Saham Multi Agro (MAGP) Mulai Perdagangan Kamis (23/7)

Advertisements

Also Read

Tags