Bursa Asia Melemah pada Jumat (24/7) Pagi, Mengekor Pelemahan Wall Street

Hikma Lia

BANYU POS –  JAKARTA. Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi, mengikuti penurunan Wall Street. Investor semakin skeptik bahwa dana yang digelontorkan ke pembangunan kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan return yang memadai.

Advertisements

Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1.728,20 poin atau 2,63% ke 64.678,22, Kospi turun 206,75 poin atau 2,91% ke 6.890,76, ASX 200 turun 26,09 poin atau 0,30% ke 8.812,90, Straits Times turun 28,50 poin atau 0,51% ke 5.554,93 dan FTSE Malaysia turun 5,77 poin atau 0,34% ke 1.708,82.

indeks MSCI Asia Pasifik turun 1%, dengan indeks di Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 2%.

Advertisements

“Para investor sudah semakin gelisah tentang keberlanjutan reli AI,” kata Gerald Gan, Kepala Investasi di Reed Capital seperti dikutip Bloomberg.

AKR Corporindo (AKRA) Akan Tebar Dividen Interim Rp 50 per Saham

“Meski demikian, koreksi jangka pendek kemungkinan akan Kembali menarik pembeli saat Harga turun.” 

Semakin menekan sentimen, Harga minyak Brent diperdagangkan sekitar US$ 100,30 per barel. Harga minyak yang lebih tinggi mendorong risiko inflasi yang lebih besar dan prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Sementara itu, latar belakang geopolitik membuat investor semakin cermat memperhatikan perdagangan AI. Pasar menuntut bukti bahwa pengeluaran AI besar-besaran akan menghasilkan pendapatan yang sepadan.

“Dalam hal investasi AI, keseluruhan tema tetap utuh,” kata Juni Bei Liu, salah seorang pandiri hedge fund Ten Cap Investment Management.

Harga Minyak Melanjutkan Reli Jumat (24/7) Pagi Imbas Memanasnya Konflik Timur Tengah

“Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah bagian valuasi. Bagian-bagian yang sangat mahal dari perdagangan AI akan berada di Bawah tekanan yang lebih besar. Hal itu harus dipimpin oleh pendapatan itu sendiri.”

Advertisements

Also Read

Tags