Rokok ilegal ditindak, laba Sampoerna (HMSP) diproyeksi Rp 2,3 T di kuartal II-2026

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Pemulihan mulai terlihat di industri rokok nasional. Ini terjadi setelah pemerintah memperketat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Kondisi tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), yang diperkirakan mencatat kenaikan laba pada kuartal II 2026 seiring pulihnya volume penjualan dan strategi kenaikan harga yang konsisten.

Advertisements

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Jason Chandra dalam riset pada 23 Juli 2026 mengatakan, berdasarkan laporan Philip Morris International (PMI) yang dirilis pada 22 Juli 2026, volume penjualan industri rokok di Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 67 miliar batang. Angka tersebut meningkat 6% dibandingkan kuartal sebelumnya dan naik 3% secara tahunan. 

Dengan demikian, total volume penjualan industri selama semester I 2026 mencapai 131 miliar batang atau tumbuh 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisements

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Siap Bayar Pokok 2 Obligasi, Total Dana US$ 7,31 Juta

“Kami meyakini bahwa ini merupakan indikasi awal pemulihan volume penjualan secara kuartalan yang sebagian besar didorong oleh peningkatan penindakan pemerintah terhadap peredaran rokok ilegal,” ujar Jason dalam riset.

Pemulihan industri tersebut juga tercermin pada kinerja HMSP. Volume pengiriman perseroan pada kuartal II 2026 mencapai 20 miliar batang, naik 9% secara kuartalan dan relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara sepanjang enam bulan pertama 2026, volume pengiriman mencapai 39 miliar batang atau turun tipis 1% secara tahunan.

Menurut Jason, realisasi tersebut telah mencapai sekitar 53% dari proyeksi volume penjualan HMSP sepanjang 2026 sehingga masih sejalan dengan ekspektasi.

Seiring membaiknya volume penjualan dan kenaikan harga jual rata-rata aias average selling price (ASP), CGS International memperkirakan laba bersih HMSP pada kuartal II 2026 mencapai sekitar Rp 2,3 triliun. Angka itu diproyeksikan naik sekitar 14% dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak lebih dari 1.000% secara tahunan.

Jason menjelaskan, pertumbuhan tahunan yang sangat tinggi terutama disebabkan oleh basis pembanding yang rendah karena pada kuartal II 2025 HMSP mencatat beban litigasi yang bersifat satu kali (one-off).

Dari sisi strategi harga, hasil channel check CGS International pada Juli 2026 menunjukkan produk andalan HMSP, A Mild, kembali mengalami kenaikan harga sekitar 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan demikian, total kenaikan harga A Mild sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar 2%.

Sementara itu, produk-produk unggulan HMSP lainnya telah mengalami kenaikan harga sekitar 2%-4% sejak awal tahun. Jason mencatat, langkah tersebut merupakan kenaikan harga kelima yang dilakukan HMSP sepanjang 2026, menjadikannya perusahaan dengan strategi penyesuaian harga paling konsisten di antara para pesaingnya.

Laba Bersih Superior Prima Sukses (BLES) Melonjak 17 Kali Lipat di semester I-2026

“Kami juga melihat kompetitor, terutama pemain tier-2, mulai mengikuti langkah tersebut. WIIM dan Nojorono masing-masing telah menaikkan harga produk unggulannya sekitar 3-4% dan 3%,” kata Jason.

CGS International mempertahankan rekomendasi Add untuk saham HMSP dengan target harga Rp 1.060 per saham. Menurut Jason, prospek pertumbuhan laba per saham (EPS) masih terbuka hingga setelah 2026 berkat kenaikan ASP yang konsisten di tengah tidak adanya kenaikan tarif cukai rokok hingga setidaknya 2027.

CGS memperkirakan EPS HMSP akan mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 10% sepanjang periode 2026-2028. Selain itu, kebijakan perusahaan yang secara konsisten membagikan 100% laba bersih sebagai dividen sejak 2013 berpotensi menghasilkan dividend yield sekitar 13% pada 2027.

Hingga akhir 2026, CGS memperkirakan, laba bersih HMSP bisa mencapai Rp 9,21 triliun dan tahun 2027 sebesar Rp 10,68 triliun. 

Saat ini, valuasi saham HMSP juga dinilai masih menarik dengan diperdagangkan pada sekitar 8 kali proyeksi price to earnings (P/E) 2027.

Jason menilai terdapat dua katalis utama yang dapat mendorong kenaikan valuasi saham HMSP, yakni penindakan yang lebih menyeluruh terhadap rokok ilegal serta volume penjualan yang melampaui ekspektasi. Sebaliknya, risiko utama berasal dari volume penjualan yang lebih lemah dari perkiraan dan biaya operasional yang lebih tinggi untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan.

Advertisements

Also Read

Tags