Penjualan SBN ritel pada tahun 2026 telah mencapai Rp 94,54 triliun

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penjualan SBN ritel sepanjang tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp 94,54 triliun dari empat penerbitan SBN ritel. 

Advertisements

Pertama, hasil penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 dengan total sebesar Rp 14,44 triliun yang terdiri atas seri ORI029 tenor 3 tahun sebesar Rp 10,95 triliun dan seri ORI029 tenor 6 tahun sebesar Rp 3,48 triliun. Pemerintah menawarkan ORI029 kepada masyarakat pada periode 26 Januari 2026 sampai dengan 19 Februari 2026. Penetapan kupon masing-masing seri sebesar 5,45% (tenor 3 tahun) dan 5,80% (tenor 6 tahun) dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar sekunder yang stabil, tren suku bunga domestik yang menurun, sehingga ORI029 tetap menjadi pilihan investasi yang menarik dan kompetitif bagi masyarakat.  

El Nino Bikin Haus Pasar AMDK, Tapi Analis Ingatkan Laba Emiten Belum Ikut Tumbuh

Advertisements

Kedua, hasil penjualan Sukuk Ritel Seri SR024 sebesar Rp 17.49 triliun yang terdiri dari seri SR024T3 (Tenor 3 Tahun) sebesar Rp 12.140.010.000.000 (Rp 12,14 triliun) dan seri SR024T5 (Tenor 5 Tahun) sebesar Rp 5.349.220.000.000 (Rp 5,34 triliun). Sukuk Ritel Seri SR024 ditawarkan pada tanggal 6 Maret sampai dengan 15 April 2026. Sukuk Ritel Seri SR024 diterbitkan tanpa warkat dan bersifat tradable dengan menawarkan tingkat imbalan tetap (fixed rate), yaitu seri SR024T3 sebesar 5,55% per tahun dan seri SR024T5 sebesar 5,90% per tahun.

Ketiga, penetapan hasil penjualan Sukuk Tabungan ST016 sebesar Rp 22.617.773.000.000 (Rp 22,61 triliun) yang terdiri dari seri ST016T2 (Tenor 2 Tahun) sebesar Rp 15.302.040.000.000 dan seri ST016T4 (Tenor 4 Tahun) yang merupakan seri Green Sukuk Ritel sebesar Rp 7.315.733.000.000. Sukuk Tabungan ST016 ditawarkan pada tanggal 8 Mei sampai dengan 3 Juni 2026. 

Keempat, Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 yang terjual sebesar Rp 40 triliun yang terdiri dari pemesanan ORI030 tenor 3 tahun (OR030T3) Rp 34 triliun dan tenor 6 tahun (ORI030T6) Rp 6 triliun. ORI030 ditawarkan pada 6 Juli sampai 30 Juli 2026.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Novi Puspita Wardani mengatakan bahwa pemerintah terus mempersiapkan penerbitan SBN ritel berikutnya secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan pembiayaan APBN, preferensi investor, serta strategi pengelolaan portofolio utang secara keseluruhan.

“Untuk penerbitan berikutnya, Pemerintah melihat prospek minat masyarakat terhadap SBN Ritel masih positif,” ujar Novi kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).

Novi bilang, salah satu faktor pendukungnya adalah potensi reinvestasi, mengingat terdapat seri Sukuk Ritel yang jatuh tempo selama periode penawaran SBN Ritel berikutnya.

Adapun, untuk menjaga daya tarik SBN Ritel, Pemerintah akan terus menyesuaikan struktur dan tingkat imbal hasil dengan kondisi pasar dan kebutuhan investor. Upaya tersebut juga didukung melalui penguatan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat, peningkatan sinergi dengan Mitra Distribusi, serta pengembangan produk yang semakin beragam. 

“Seluruh langkah tersebut tetap dilaksanakan secara prudent, efisien, dan selaras dengan strategi pembiayaan APBN,” jelas Novi.

GOTO Berhasil Mencetak Laba Dua Kuartal Beruntun, Simak Prospek Sahamnya

Advertisements

Also Read

Tags