BANYU POS – JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pertumbuhan kinerja operasional di hampir seluruh lini bisnis pada semester I-2026.
Kenaikan produksi dan penjualan emas, bijih nikel, feronikel, bauksit, hingga alumina menjadi penopang utama kinerja perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan dan fluktuasi pasar global.
Manajemen ANTM menyampaikan capaian tersebut ditopang oleh peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kapasitas produksi, serta strategi pemasaran yang mampu menjaga pertumbuhan volume penjualan di berbagai komoditas.
“ANTM terus mengoptimalkan operasi dan pemasaran untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung penguatan hilirisasi mineral nasional,” tulis Manajemen ANTM dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).
Laba Bank Besar Tetap Tumbuh Meski NII Tertekan pada Semester I-2026
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, ANTM juga menegaskan komitmennya menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam seluruh kegiatan operasional guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Di segmen emas, produksi pada kuartal II-2026 mencapai 232 kilogram (kg) atau 7.459 ons troi, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 208 kg.
Dengan demikian, total produksi emas sepanjang semester I-2026 mencapai 433 kg atau 13.921 ons troi.
Dari sisi penjualan, volume emas yang dipasarkan pada kuartal II-2026 mencapai 9.615 kg atau 309.129 ons troi. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, penjualan emas ANTM mencapai 18.080 kg atau 581.286 ons troi.
Untuk memperluas pasar, ANTM terus memperkuat distribusi produk Logam Mulia melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis di dalam negeri.
Laba MINE Menyusut, Meski Pendapatan Naik 6% Jadi Rp 1,22 Triliun Semester I-2026
Langkah ini sekaligus mendukung penguatan ekosistem industri emas nasional dengan memaksimalkan pemanfaatan bahan baku emas domestik.
Di bisnis nikel, produksi bijih nikel ANTM mencapai 3,90 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal II-2026 sehingga total produksi semester I-2026 menjadi 7,78 juta wmt.
Sementara itu, penjualan bijih nikel pada kuartal II-2026 mencapai 3,37 juta wmt. Secara kumulatif, penjualan semester I-2026 mencapai 6,77 juta wmt.
Seluruh penjualan bijih nikel dipasok ke pasar domestik, baik untuk memenuhi kebutuhan pabrik feronikel ANTM maupun memasok smelter nikel dalam negeri sebagai bagian dari dukungan terhadap program hilirisasi mineral.
Di segmen feronikel, produksi pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 3.813 ton nikel dalam feronikel (TNi), sehingga total produksi semester I-2026 mencapai 7.788 TNi.
Kinerja penjualannya menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Volume penjualan feronikel pada kuartal II-2026 mencapai 4.802 TNi, melonjak 420% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 924 TNi.
Secara kumulatif, penjualan feronikel semester I-2026 mencapai 7.605 TNi, meningkat 32% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar 5.763 TNi.
Seluruh produk feronikel dipasarkan ke luar negeri dengan tujuan utama China, India, dan Korea Selatan yang menjadi pasar utama industri baja nirkarat global.
Moncer, Laba Timah (TINS) Naik 804,7% Jadi Rp 2,71 Triliun pada Semester I-2026
Kinerja positif juga berlanjut pada bisnis bauksit. Produksi bauksit pada kuartal II-2026 mencapai 650.791 wmt, sehingga total produksi semester I-2026 menjadi 1,28 juta wmt.
Bauksit tersebut digunakan sebagai bahan baku Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan yang dioperasikan PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), sekaligus dipasarkan ke pelanggan domestik.
Penjualan bauksit pada kuartal II-2026 mencapai 663.942 wmt atau meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan semester I-2026 mencapai 1,26 juta wmt, naik 24% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar 1,01 juta wmt. Seluruh penjualan bauksit diserap pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan di dalam negeri.
Sejalan dengan optimalisasi operasi PT ICA, produksi chemical grade alumina (CGA) pada kuartal II-2026 mencapai 50.690 ton, meningkat 12% dibandingkan kuartal II-2025.
Sumber Sinergi (IOTF) Genjot Transformasi AI, Pendapatan Naik 12% di Semester I-2026
Sepanjang semester I-2026, produksi alumina mencapai 100.257 ton, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 89.385 ton.
Dari sisi penjualan, volume alumina pada kuartal II-2026 mencapai 51.364 ton atau tumbuh 9% secara tahunan. Adapun penjualan sepanjang semester I-2026 mencapai 100.437 ton, meningkat 10% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar 91.109 ton.
Pertumbuhan produksi dan penjualan di seluruh segmen tersebut menunjukkan ANTM mampu menjaga momentum operasional di tengah tantangan industri tambang.
Optimalisasi produksi, penguatan pasar domestik untuk komoditas hilir, serta ekspansi pasar ekspor feronikel menjadi fondasi perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis sepanjang paruh pertama 2026.




