Airlangga: Pemerintah lanjutkan program magang 150 ribu Gen Z, serapan 60%

Hikma Lia

Pemerintah melanjutkan program magang bagi 150 ribu generasi Z pada semester II 2026 sebagai salah satu upaya menekan pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja. 

Advertisements

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim, program tersebut telah menunjukkan hasil positif dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 60%.

Airlangga mengatakan, program magang menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas kesempatan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peserta magang akan ditempatkan di perusahaan selama enam bulan dengan dukungan insentif dari pemerintah.

Advertisements

“Program magang untuk 150.000 Gen Z dilanjutkan. Mereka magang selama enam bulan dan setelah itu dipersilakan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain. Dari hasil evaluasi, 60% peserta magang diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang,” kata Airlangga dalam konferensi pers, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Baca juga:

  • Pendaftaran Peserta Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka
  • Link dan Cara Daftar Magang Kemnaker 2026 Dibuka Hari Ini
  • Magang Nasional 2026 Dibuka, Ini Link dan Cara Daftarnya

Ia menjelaskan, selama mengikuti program tersebut para peserta tetap memperoleh upah dari pemerintah. Skema ini diharapkan dapat membantu generasi muda memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan tetap setelah masa magang berakhir.

Selain program magang, pemerintah juga memperluas pelatihan vokasi. Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 250 ribu pelajar mengikuti program vokasi untuk meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Program pelatihan vokasi juga terus didorong untuk angkatan muda. Arahan Bapak Presiden untuk 250.000 pelajar,” katanya.

Menurut Airlangga, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data semester I 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap melalui realisasi investasi mencapai 1,45 juta orang atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ia menambahkan, pemerintah juga mencatat jumlah penduduk bekerja bertambah 522 ribu orang sehingga total tenaga kerja yang bekerja mencapai 148,19 juta orang. Sementara itu, jumlah pengangguran turun 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026.

Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja melalui investasi, hilirisasi industri, program vokasi, dan magang agar tingkat pengangguran terus menurun serta kualitas tenaga kerja Indonesia semakin meningkat.

“Kami terus mendorong penurunan daripada pengangguran dan kita dorong agar penciptaan lapangan kerja semakin tinggi dan salah satunya juga mengganjal dengan vokasi dan juga magang sehingga tentu kita bisa menekan gini ratio,” kata Airlangga. 

Advertisements

Also Read

Tags