Saham VIVA berpeluang rerating, nilai kepemilikan di MDIA belum tercermin

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dinilai berpeluang mengalami rerating seiring lonjakan harga saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merupakan anak usaha sekaligus aset utama perusahaan.

Advertisements

Dalam satu bulan terakhir hingga perdagangan sesi pertama Jumat (7/8/2026), saham MDIA melonjak sekitar 240%. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar MDIA mencapai sekitar Rp 9,33 triliun.

VIVA masih menjadi pemegang saham pengendali MDIA dengan kepemilikan sebesar 80,73%. Dengan kapitalisasi pasar saat ini, nilai pasar kepemilikan VIVA di MDIA diperkirakan mencapai sekitar Rp 7,5 triliun.

Advertisements

IHSG Naik 0,71% ke 6.388,48 Sesi I Jumat (7/8), Top Gainers: Saham ISAT, INDY, MBMA

Research Analyst Ajaib Sekuritas Alvin Timothy menjelaskan peluang rerating saham VIVA akan semakin terbuka apabila investor mulai memperhitungkan nilai aset yang dimiliki perusahaan secara lebih komprehensif.

“Potensi rerating akan terbuka apabila pasar mulai menghargai aset yang dimiliki VIVA,” jelas dia dalam catatannya, Jumat (7/8/2026). 

Menurut Alvin, saham VIVA saat ini diperdagangkan pada level Rp 54 dan masih berada dalam mekanisme Full Call Auction (FCA). Posisi tersebut masih menjadi salah satu perhatian pelaku pasar.

Alvin bilang apabila harga saham VIVA mampu bertahan di atas level Rp 50 sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia, peluang keluar dari papan pemantauan khusus alias full call auction (FCA) akan semakin terbuka.

“Apabila VIVA keluar dari papan FCA, likuiditas perdagangan saham berpotensi meningkat sekaligus memperluas basis investor yang dapat bertransaksi di saham tersebut,” katanya.

KSEI Terbitkan ISIN EGR, Pegadaian Siap Pasok Emas untuk ETF

Berdasarkan pendekatan sum of the parts (SOTP) sederhana, nilai kepemilikan VIVA di MDIA masih mencapai sekitar Rp 3,7 triliun setelah memperhitungkan holding company discount sebesar 50%.

Nilai tersebut hampir empat kali lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar VIVA saat ini. Kondisi itu dinilai membuka ruang apresiasi apabila pasar mulai memberikan penilaian yang lebih tinggi terhadap aset perusahaan.

Namun Alvin mengingatkan perusahaan induk pada umumnya diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk struktur utang, biaya operasional, tata kelola, serta kemampuan menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Advertisements

Also Read

Tags