KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan yang solid pada perdagangan pekan depan, meski pasar berpotensi diwarnai oleh koreksi jangka pendek akibat aksi profit taking.
Harga emas di pasar spot berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 17.43 WIB naik 1,85% di US$ 4.317,80 per troi ons pada Jumat (7/8/2026).
Momentum bullish pada logam mulia masih terjaga kuat selama struktur tren utama tidak terkonfirmasi patah.
Rupiah Menguat 0,69% Sepekan, Sentimen Timur Tengah Jadi Perhatian
Aksi ambil untung dinilai wajar terjadi mengingat harga saat ini telah berada di area resistance, sehingga fase jeda atau koreksi dapat dimanfaatkan investor untuk mencermati titik masuk (entry level) yang lebih ideal.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa trader sebaiknya tidak terburu-buru mengejar harga di level yang sudah terbilang tinggi.
Dalam kondisi pasar saat ini, strategi yang lebih bijak adalah menantikan koreksi teknikal menuju area support sebelum memutuskan untuk kembali membuka posisi beli.
“Area 4.179 menjadi support terdekat yang layak diperhatikan karena berpotensi menjadi titik munculnya kembali tekanan beli,” ujar Geraldo dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Terbentuknya pola swing low di sekitar area support tersebut akan menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali memegang kendali pasar.
Dari sisi fundamental, emas terus mengantongi sentimen positif berupa peningkatan permintaan aset aman (safe haven) menjelang rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat.
Langkah defensif investor ini berpadu dengan melandainya harga minyak dunia dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury).
Hendak Akuisisi Tambang hingga Hilirisasi, Simak Prospek Saham Bumi Resources (BUMI)
Kombinasi ini mengurangi opportunity cost memegang emas sekaligus memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang pelonggaran moneter.
Apabila data NFP dilaporkan lebih lemah dari perkiraan pasar, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan makin membesar, yang berisiko menekan dolar AS dan memicu lonjakan harga emas.
Sebaliknya, jika data NFP lebih solid, dolar AS berpotensi menguat dan menahan laju kenaikan emas dalam jangka pendek.
Secara teknikal pada time frame Daily, target kenaikan harga emas berikutnya berada di area resistance US$ 4.331 per ons troi.
“Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan momentum beli yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.382, yang menjadi target resistance selanjutnya,” tutup Geraldo.




