KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT BRI Manajemen Investasi akan berpartisipasi dalam peluncuran perdana produk Exchange Traded Fund (ETF) emas pada perayaan HUT Pasar Modal Indonesia, 10 Agustus 2026.
Berdasarkan Pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. PENG-411/KSEI.3.JKU/ISIN/082026, produk reksadana besutan BRI MI tersebut terdaftar dengan kode ISIN IDN000597408.
Produk bernama Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah ini menggunakan kode efek XDES, jenis efek Mutual Fund (kode CFI: CEOGMU), serta bernilai nominal Rp 1.000 per unit. Dalam penerbitan ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian.
Chief of Product BRI MI Cendy Hadiputranto menjelaskan bahwa pengelolaan portofolio XDES berfokus pada aset emas berupa Electronic Gold Receipt (EGR).
BEI Targetkan Lima Manajer Investasi Garap ETF Emas Tahap Awal
Underlying aset emas fisik tersebut dijamin memenuhi tingkat kemurnian sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun London Bullion Market Association (LBMA).
Meskipun tren harga emas fisik saat ini sedang tertekan, Cendy menilai prospek ETF emas tetap solid sebagai instrumen diversifikasi portofolio jangka panjang.
Kehadiran ETF emas memberikan kemudahan akses transaksi jual dan beli yang likuid bagi para pemodal di bursa.
“Kami meyakini antusiasme para investor, baik individu maupun institusi, pada produk ETF emas tinggi,” kata Cendy kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Mengenai aspek keamanan, Cendy menegaskan bahwa emas fisik yang mendasari EGR tersimpan aman di dalam vault.
Selain itu, regulasi ETF emas juga telah mensyaratkan mekanisme audit berkala atas keberadaan aset fisik tersebut guna menjamin transparansi.
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 2.690.000 Per Gram pada Minggu (9/8)
Namun, ia mengingatkan agar investor tetap memperhatikan target jangka waktu serta tingkat toleransi risiko masing-masing sebelum mentransaksikan produk ini.
“Produk ETF emas dapat menjadi alternatif aset dalam portofolio investor untuk tujuan diversifikasi dan lindung nilai jangka panjang,” ujar Cendy.



